Kode Cinta dari Tuhan

aesthetic 11.jpg

Apa ini secamam kode-kode cinta?

Ah, ternyata Tuhan bisa romantis juga

prev. Escape

.

Sewaktu Kyuhyun masih bau ingus, tepatnya kala ia duduk di bangku SD, dalam kepalanya tertanam bahwa selain mengelilingi matahari, bumi juga berputar pada porosnya. Tidak sampai pada kesimpulan itu saja, Kyuhyun berpikir-pikir jika bumi berputar maka seluruh isinya pun ikut berputar. Gedung, rumah, orang-orang yang berjalan di trotoar, kucing yang tidur di lorong-lorong kota, siapa pun yang menumpang di bumi, tanpa mereka sadari ikut berputar.

Lalu definisi menyebar pada nasib, takdir diri seseorang yang ikut berputar mengikuti arus waktu. Kyuhyun belum memahami kalimat terakhir itu. Tapi hari ini, ia menjadi saksi, bagaimana semua komponen yang ada di jagat raya, ikut berjamaah dalam gerak serentak. Semacam senam aerobik yang ibu-ibu kompleksnya lakukan tiap minggu. Tidak seirama, tapi dalam dendang lagu yang sama.

Kejadian itu berawal dari segerombolan anak TK. Mereka bergandengan tangan sambil bersenandung riang sementara lampu merah tertahan. Kyuhyun berada di sana, tenggelam dalam lamunannya sendiri. Namun nada-nada itu tetap terdengar, samar-samar.

Que Sera, Sera….

Whatever will be will be….

Kyuhyun tidak memikirkan apa pun kecuali kepalanya berpusat pada pesta sore nanti. Ia sedang membayangkan akan betapa konyolnya pekerjaan barunya ini. Menjadi dinosaurus gemuk di pesta ulang tahun anak TK. Menurut para senior yang lebih dulu menjajakan diri dalam kehidupan badut pesta ulang tahun anak, pekerjaan ini tak jauh ubahnya dengan mengumpan diri ke kubangan buaya. Ia akan jadi bulan-bulanan yang didepak dari satu mulut ke mulut lain. Dikatai dinosaurus sinting. Belum terhitung anak-anak yang ketakutan akan menjerit dan menangis. Semua itu akan ia alami dari balik kostum sesak penguras keringat. Sungguh, sebuah pekerjaan menyedihkan yang luput dari belas kasih orang-orang.

Acara mengiba diri sendiri itu harus terhenti ketika Kyuhyun sampai di depan sebuah kafe di ujung persimpangan. Bangunan mungilnya mencolok dengan warna orange yang agak sedikit kampungan menurut Kyuhyun. Tidak heran orang-orang menyebut kafe ini dengan Kafe Orange. Meski di papan namanya jelas tertempel huruf-huruf bertulis Sierra Cafe.

Kyuhyun sudah duduk berhadapan dengan espresso-nya ketika ia bersiap menuliskan rencana kebutuhan bulanan. Suatu hal yang sejak masa kuliah telah ia lakukan. Apalagi dalam keadaan keuangan tidak stabil seperti ini. Merupakan alasan pula ia memesan espresso yang pahit tidak terkira. Sepahit jalan hidupnya selulus kuliah.

Kadang Kyuhyun menyesal telah menolak ajakan ayahnya untuk menduduki tampuk perusahaan. Terlalu naif kalau ia tidak ingin jadi lelaki berdasi yang tiap pagi tak perlu menyandang tasnya sendiri. Bersepatu pantofel hitam mengkilat, yang tiap langkahnya dibanjiri sapaan relasi dan bungkukan para karyawan.

Usai sudah kesempatan itu. Tidak mungkin ia menjilat ludahnya sendiri dan mengemis pada ayahnya. Meskipun sang ayah berulang-ulang berkata, Kyuhyun akan selalu diterima dengan tangan terbuka.

Kyuhyun menyesap kuat espresso-nya. Berharap penyesalannya ikut luntur tertelan bersama kepahitan cairan hitam itu. Lalu Kyuhyun mulai menggores pena ke atas buku sakunya yang khusus ia simpan untuk menghitung pendapatan dan pengeluaran perbulan.

Sementara di balik bahunya, sela satu meja dari tempat Kyuhyun, sekelompok wanita berbisik-bisik seru.

“Kudengar Manajer sedang kena kasus.”

“Kasus apa?”

“Kasus tikung. Dia main wanita. Sekretarisnya sendiri.”

“Oh, wanita yang baru masuk seminggu lalu itu? Aku sih, meragukan berita itu.”

“Benar, Bos tidak mungkin menikung. Apalagi dengan Sela Lee yang gemuk, pendek itu. Sebagai wanita, aku saja malas memandangnya. Apalagi para pria itu.”

Tawa meledak ditambah suara tepukan di meja dan bahu. Hebohnya tidak kalah dengan ikan yang menggelepar-gelepar di darat.

Demikianlah kaum wanita penggosip. Kyuhyun mafhum saja. Tapi detik di mana nama Sela disebut, rungunya langsung menegak.

Que Sera, Sierra Cafe, dan Lee Sela. Barisan kata itu tak lebih menuju pada satu sosok yang selama berbulan-bulan ini Kyuhyun coba usir dari mimpinya. Hwang Saera. Gadisnya, kekasihnya, dan belahan jiwanya yang sekarang telah berlabel mantan.

Belum sempat Kyuhyun tenggelam dalam melankoli masa lalu, ponselnya bergetar-getar di saku.

“Kyuhyun.“

“Hm?”

 Itu Ryeowook. Kongsinya yang telah menjerumuskannya ke dunia perbadutan menyedihkan ini.

“Kau di mana?”

“Di kafe.”

“Apa yang kau lakukan di sana?”

“Tentu saja makan! Memang kafe tempat untuk tidur?”

“Oh.”

Berteman sejak dunia mereka masih abu-abu, membuat Kyuhyun paham watak seorang Kim Ryeowook. Dari dulu tak berubah. Ryeowook, anak paling tenang yang pernah Kyuhyun kenal. Bahkan jika Kyuhyun mengamuk dan membakar diri, Ryeowook akan tetap ber-oh. Kecuali kalau Kyuhyun mengancam melempar seluruh kostum sewaannya ke Sungai Han. Karena bagi Ryeowook, kostum dan dunia perbadutan adalah hidup dan napasnya. Hal ini membuktikan bahwa menjomblo terlalu lama mengakibatkan tendensi untuk mencintai benda mati secara berlebih.

“Aku butuh kau segera ke sini. Ada kostum baru yang perlu kau coba sebelum nanti sore kau gunakan. Jadi kalau ada kekurangan, kita bisa langsung perbaiki.”

“Baiklah. Lima belas menit.”

“Oke, aku tunggu Kyukyu.”

Dinasaurus hijau itu ternyata sudah cukup uzur untuk dirombak dan diberi wajah baru. Maka kini, Kyuhyun memegang kendali untuk lebah hitam-kuning berperut kembung. Kyuhyun sendiri merasa senang. Setelah dicoba, ternyata lebah itu tidak semerepotkan kostum lama. Kakinya bisa lebih aktif karena hanya dibalut stoking selutut bergaris hitam-putih. Meskipun sepintas, wajah lebah kuning itu tampak jelek.

“Kenapa kepalanya aneh begini?”

“Oh, itu. Seseorang mendudukinya.”

Kyuhyun menebak, orang itu Shindong, sejawatnya.

“Aku berencana untuk memecatnya kalau sekali lagi ia berani menginjak kostum-kostumku dengan pantat gajahnya itu,” omel Ryeowook.

Lelaki pendek itu sedang sibuk dengan buku sketsanya. Ada hal yang unik dari bos kecilnya itu. Ryeowook lebih sering mendapat inspirasi desain kostum baru ketika hatinya sedang tidak senang. Seolah-olah idenya meluncur deras bersama cericip omelan dari mulutnya.

“Berangkatlah sekarang.”

“Acara masih satu jam lagi.”

Sejurus mendengar nada malas Kyuhyun, Ryeowook langsung mendongak. Dahinya berkerut-kerut di atas matanya yang berkilat nyalang.

“Aku ingin konsumen mendapat kesan bagus dari kita. Datang lebih awal akan memberi kesan kita bekerja dengan sungguh-sungguh.”

“Ya, ya, baiklah.”

Kyuhyun tidak bisa membantah. Ryeowook memiliki integritas sebagai bos garis keras—dan perhitungan kalau boleh disebut.

Bagi Ryeowook, tidak ada hubungan sohib jika sudah menyangkut pekerjaan. Harga mati untuk peraturan; bawahan harus patuh pada atasan.

Sambil menggerutu pelan, Kyuhyun menyeret lebah gemuknya keluar.

“Hati-hati! Kalau rusak, gajimu akan kupotong.”

“Iya, cerewet!”

Pintu ditutup, tertinggal Ryeowook seorang di ruangannya. Tidak seorang pun tahu, ketika kikikannya perlahan-lahan meledak jadi tawa.

“Kyuhyun yang malang.”

Sesampainya di sana, seorang wanita setengah baya menggiringnya masuk ke dalam menuju pekarangan belakang rumah itu. Di atas rerumputan subur, telah berjajar meja-meja berisi berbagai kue dan manisan yang ditata begitu semarak. Kyuhyun hanya sempat menghabiskan secangkir espresso siang ini dan sarapannya sudah lenyap tadi di kamar mandi. Lewat penciumannya, aroma kue-kue itu menusuk-nusuk dan menggiring tubuhnya untuk mendekat.

Sebelum kakinya melangkah lebih jauh, suara rekannya memanggil-manggil.

“Kyuhyun! Ayo, ganti kostum sekarang!”

Seperti perayaan ulang tahun anak-anak lainnya, pesta taman itu diramaikan dengan kerusuhan. Beberapa anak memanjat pohon-pohon rendah. Segerombolan yang lebih banyak jumlahnya mengelilingi meja hidangan. Sisanya mengorek-ngorek tanah entah mencari apa.

Sementara Kyuhyun terus melenggak-lenggokkan bagian belakang tubuhnya dengan gemulai dan lari menghindar ketika anak-anak mulai penasaran untuk memukuli pantat lebahnya. Kegaduhan itu tidak berlangsung lama ketika matanya menangkap sesosok tak asing yang baru datang.

Gadis itu mengembangkan senyum melihat kehancuran yang diciptakan anak-anak. Tidak perlu berteriak sampai urat lehernya timbul, gadis itu dengan tenang menepuk-nepuk tangan berirama dengan nyanyian merdu yang ia kumandangkan.

“Lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran kecil.”

Kepala anak-anak serentak mendongak. Mengentikan kegiatan mereka sejenak dan seakan tersihir dengan wajah manis gadis itu.

“Ayo, adik-adik! Kita buat lingkaran kecil dan bermain bersama.”

Lalu nyanyian dilanjutkan sampai semua anak terkumpul dan membentuk lingkaran kecil. Gadis itu berdiri di sana. Di tengah para berandal kecil. Untuk sesaat, Kyuhyun terpana. Pemandangan di depannya menampilkan tuan putri berserta kurcaci-kurcaci cebolnya. Sungguh tak terbayangkan indah dan perihnya.

“Kyuhyun,” Shidong yang telah berubah menjadi gajah merah muda di sisinya, menyenggol-nyenggol bahunya. “Kyuhyun, bukannya itu Saera? Mantanmu? Benarkan?”

Sialan! Kim Ryeowook!

Sisa pesta dihabiskan Kyuhyun dengan memadamkan api kerinduan yang menggerahkan hati sekaligus badannya. Oh, kostum badut sialan!

Di tengah pesta, Kyuhyun tidak tahan lagi untuk menjauh. Ia beralasan pada bibi sang tuan rumah untuk undur diri ke kamar kecil. Di dapur yang sepi, Kyuhyun melepas kepala lebahnya. Tidak diduga sebelumnya kalau ia akan bertemu dengan gadis itu lagi dalam keadaannya seperti ini. Yang benar saja, lebah gemuk bermuka gepeng?!

Kyuhyun menjabaki rambutnya yang diguyur keringat. Sempat terbesit ide untuk lari saja, tapi lebah ini sudah menjadi tanggung jawabnya, pekerjaan, juga lembar-lembar wonnya. Bos usilnya bisa saja memotong jatah bulan ini. Tidak bisa dibiarkan. Tidak dalam kondisi tunggakan sewa flat yang terus membayang sepanjang malam.

Sekali lagi Kyuhyun menghembuskan napas panjang. Teringat ia pada untaian kata mutiara. Masalah tidak untuk dihindari, tapi dihadapi. Maka begitulah ia seharusnya. Kyuhyun bangkit dengan hati lebih tegar. Siap menghadapi sang mantan. Tangannya menyambar kepala lebah yang disandarkannya ke kaki kursi, tapi berakhir menyambar angin. Kepala lebahnya hilang! Secara misterius!

Panik, mata Kyuhyun segera menelusuri dapur yang tidak terlalu luas itu. Kyuhyun yakin tidak ada seorang pun yang masuk ke sana dan kepala lebahnya juga tak punya kaki untuk kabur. Mungkin saat dirinya dilanda kerendahan diri tadi, kakinya tidak sengaja menyepak kepala itu. Sambil menungging-nungging, Kyuhyun mengintip celah-celah meja dan kursi. Konter dapur dan lemari-lemari. Tapi tidak ditemukannya kepala lebah itu. Sementara dalam kepalanya sudah ia dengar teriakan tinggi dan nyaring Ryeowook.

Tiba-tiba sepasang kaki datang dan mendekat ke arahnya.

“Tuan, permisi. Apa ada yang bisa saya bantu?”

Tidak perlu untuk Kyuhyun mendongak dan mencari siapa yang sedang berbicara. Karena demi Tuhan, suara itu lah yang dulu selalu menemaninya tiap hari di lorong-lorong kampus. Tiap malam lewat sambungan telepon. Tidak terhitung sesering apa Kyuhyun mendengar kelembutannya, sampai suara gadis itu terbenam dalam benak dan memorinya.

“Tuan.”

Dari sekian pertemuan yang direncakan Tuhan, kenapa harus dibagian paling memalukan ini yang harus Kyuhyun hadapi. Kenapa? Kenapa?! Kyuhyun merintih-rintih dalam hati. Tapi Tuhan tak juga berbelas kasih untuk sekadar mengusir gadis itu dari sana.

“Tuan.”

“Ya? Maaf. Piring ini. Bagus sekali.” Bergetar-getar ia menutupi wajahnya dengan piring berukir bunga-bunga. Tidak ada benda yang lebih baik yang dapat ia temukan di sana untuk penyamarannya kali ini.

“Oh, itu milik bibiku,” balas gadis itu dengan nada ingin tertawa.

Kyuhyun pasti terlihat konyol sekarang. Apalagi kostum lebah yang masih menempel di tubuh. Harus berapa kali Kyuhyun harus mengumpat hari ini?

Keadaan tidak terkendali setelahnya. Mereka sama-sama terdiam dan Kyuhyun masih berdiri bertopeng piring di genggaman. Merasa tak enak, Saera kembali bersuara, “Ada yang bisa kubantu? Tadi kulihat kau mencari sesuatu?”

“Oh, aku hanya … hanya ingin ke kamar mandi. Tapi kutemukan piring cantik ini. Jadi aku di sini sebentar.”

“Aku bisa memanggil bibiku sekarang. Mungkin dia mengijinkanmu untuk membawanya.”

“Tidak! Tunggu!”

Secara naluri—yang entah bisa disebut naluri atau kebodohan—Kyuhyun menurunkan piringnya dan menahan gadis itu. Saera terhenti dan membeku begitu ia menemukan wajah berkeringat di depannya.

Tanpa sadar mulutnya bervokal, “Kyuhyun?”

“Ya.”

Beruntung gadis itu tidak menurunkan pandangannya dan menyelusuri lebah gemuk itu dengan pandangan mencela. Saera tetap menjadi gadis berhati malaikat seperti yang Kyuhyun kenal dulu. Dengan lembut, gadis itu memintanya untuk duduk. Tidak satu pun yang memulai pembicaraan sampai Saera menuangkan sekotak jus jeruk ke gelas dan mengangsurkannya ke Kyuhyun.

Merasa lebih segar ketika cairan manis-asam mendinginkan tubuhnya, Kyuhyun terbatuk kecil dan berujar pelan, “bagaimana kabarmu?”

“Baik.”

Senyum itu menyapanya ketika Kyuhyun berani menunjukkan wajahnya. Sebuah sapaan yang tak pantas Kyuhyun dapatkan, sebenarnya. Bagaimanapun, dialah yang membuat hubungan mereka terputus. Kyuhyun menghindar selama masa-masa perpisahaan mereka. Merasa sudah menjadi hina dan tak pantas lagi bahkan untuk mengemis maaf dari gadis itu.

“Kau sendiri?”

Kyuhyun mengangkat bahu dan menjawab kering, “Menjadi lebah gendut. Rasanya buruk.”

Tawa Saera terdengar samar-samar. Memukul kesadaran Kyuhyun, betapa ia rindu dengan suara itu.

“Kurasa, itu tidak buruk. Sebelumnya aku berpikir, selulus sarjana kau akan langsung bekerja pada ayahmu. Ternyata kau berusaha sendiri dengan kemampuanmu.”

Kyuhyun tersenyum kecil menemukan binar kekaguman yang tidak pura-pura dari wajah gadis itu. “Sebenarnya Ryeowook yang mempekerjakanku. Yah, setelah aku memaksanya.”

“Wah, kalian masih dekat, ya?”

“Hm.” Dan kuharap kau dan aku kembali dekat. “Kau sendiri sudah bekerja?”

“Hanya jadi pesuruh sepupu untuk mendesain game rancangannya. Dia programmer game dan punya usaha game house center kecil-kecilan.”

“Itu terdengar bagus sekali.”

“Ya. Aku selalu senang mendesain gambar-gambar latar dan karakter dari pada mendesain produk pengering rambut.”

Mereka tertawa teringat kelucuan Saera di masa lalu. Saat itu Saera berniat mengirim tugas desain produk untuk pamflet pengering rambutnya lewat laptop milik Kyuhyun. Karena diburu deadline yang makin menjepit, secara tidak sengaja Saera malah mengirim foto mereka berdua ke email sang profesor.

Kenangan tragis itu ternyata bisa mereka jadikan bahan lelucon. Tanpa sadar melepas keengganan yang sejak tadi mengikat. Lega rasanya. Kyuhyun jadi lebih berani untuk mengutarakan pertanyaan provokasi.

“Apa kau ada acara besok sore?”

“Um,” gadis itu mengecek ponselnya. Mungkin sedang melihat tanggal atau hari yang tidak bisa dia ingat. Persis seperti kebiasaannya dulu.

“Tidak ada.”

Kyuhyun tersenyum cerah, merasa disinari kehangatan matahari pagi.

“Kalau aku bisa menyelesaikan pekerjaanku lebih awal,” tambah gadis itu.

“Oh, benar kau masih harus bekerja.” Bahu Kyuhyun menurun.

“Akan kuusahakan bekerja lebih cepat. Bagaimana kalau aku menghubungimu jika aku sudah selesai dengan pekerjaanku?”

“Apa tidak apa-apa?”

“Tidak masalah.”

“Baiklah, aku akan menjemput dan mentraktirmu besok. Mana, berikan ponselmu. Akan kuberikan nomorku.”

Sisa sore itu, Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk melambung bersama harapan-harapannya. Jelas sudah ke mana arah takdir yang Tuhan perlihatkan padanya hari ini.

Que Sera, Sierra Cafe, Lee Sera. Semua berakhir pada baris nama yang melekat dalam benaknya. Hwang Saera.

Ah, terkadang Tuhan bisa romantis juga, pikirnya.

.

.

Note :

Wow, 2000 lebih. Setelah mengusir jauh rasa malas dan penyakit writer-block yang melanda selama berbulan-bulan hihihi

Rencananya pengen ngepost di tanggal cantik 2 februari kemarin. Tapi apalah, tangan tak sampai. Semoga 2000k cukup untuk membuyarkan keheningan blog ini.

Judulnya alay? Ya, itu murni penulisnya yang ga kreatip!

Terinspirasi lihat kostumnya Ash di MV 5SOS Hey Everybody!

Advertisements

13 thoughts on “Kode Cinta dari Tuhan

  1. Aih, cerita ini nyenggol memori pengalaman pribadi yg beberapa momennya mirip2 film Serendipity gitu ㅋㅋㅋ *maaf curhat ㅠ ㅠ
    Jarang ngeliat tulisanmu tp ini tetep keren deh :3 Diksinya ga bertele2, efektif dan mengena, tipikalmu bgt. Bikin saya minder gt lah xD xD

    • film apa itu? kedengarannya bagus. jarang berburu film hehe sebenernya ini juga inspirasi dari pengalaman. pernah ga km nemu kosakata baru atau kata asing yng jarang km dengerin di belakan badan truk, trus selang beberapa jam atau hari km nemu kata itu lagi di tv, di buku, sewaktu baca2 status temen fb. atau semisal ini tgl 11.02.2016, dan km ga sengaja waktu ngecek jam di hp, angkanya pas 11.02, aku sering kayak githu. tapi ga pernah nyangkut soal percintaan sih xD

      aw makasih ya. setelah aku baca ulang ternyata banyak typonya. baru aku perbaiki ini ;w; im so sorry

  2. asik dahh yang ketemu mantan XD ternyata Kyu ga bisa move on hahahahaha .. semoga ini pertanda baik untukmu ya Kyu, Kyu Kyu fighting!!!

    np: jangan lupa berterima kasih sama Wookie XDD

  3. Aiih, cantik tulisanmu, Kak. Enak dibaca. 😀

    Kyuhyun terjebak dengan kostum anehnya, eh malah ketemu mantan. Kayaknya Ryeowook emang udah tau dari awal. Biasanya di ff kebanyakan yang kubaca, Kyuhyun itu seringnya kerja di perusahaan, minimal manajer atau presdir. Ini lain, kerjaan orang kecil dan aku bisa ngerasain gimana sulitnya kerja seperti itu.

    Idemu kreatif. 🙂

    • Apanya yang cantiik, ini typo banyaak ;A; baru aku perbaiki sekarang.
      Iya, mah kyuhyun mau dijadiin apa pun, pengemis pun /dor!/, juga mau-mau aja dianya hahahha

      makasih ya vey! nanti aku kunjungin balik 🙂

  4. Wah serius kak 2k words? Kok aku nggak bosen-bosen, ya, bacanya? HE HE HE HE.

    Ini entah aku yang kekurangan bumbu melankolis atau gimana, ya, soalnya dari awal aku malah yang sebel tapi ngakak gitu sama Ryeowook wkwkwk apalagi yang dia cuma “oh” aja dan nggak peduli yang lain kecuali kostum -..- terus Shindong why kalo duduk liat-liat dulu dong hahahaha dan Kyuhyuuun kamu nggak usah malu pekerjaan kamu halal, kok :”) dan aku seneng banget sama karakter Saera huhu cocok lah kalian congraaats!

    Di akhir-akhir aku kaget masa kak soalnya Saera-nya juga berinisiatif buat nyambung komunikasi gitu kan heuuuu semangat keep writing, Kak Fatiiim! ❤

    • Bellaaaa…. Duh jd malu ff alaynya dibaca bella 😂 😂😂
      Melankoli hidup ngenesnya kyuhyun jadi ketutup sama lawakan temen2nya ya 😂
      Iya eh, mendadak saera duluan yg gerak maju jalan. Hehe kalau dipancung, kyuhyunnya ga bakal ketangkep /emang ikan

      Thankyuuu syudah mampir ke sini, belluuuuu 😙

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s