Brother And Me : Yesung

aesthetic 3

.

.

“Aneh,” gumam Jongjin sambil menambah kata itu pada deskripsi tentang kakaknya.

Dia baru memulai paragraf pertama tugas sekolahnya dan kata ‘aneh’ sudah ada di sana. Mau bagaimana lagi, kata itu sudah tersemat erat dalam diri Jongwoon, kakaknya.

Sepanjang tiga belas tahun Jonjin hidup di dunia, ia tidak pernah sekalipun mendapati Jongwon berbicara panjang kecuali hari itu di mana Jongjin secara sengaja meletakkan kura-kura peliharaan kakaknya di panci—Jongjin kelaparan dan tidak menemukan makanan atau sesuatu yang dapat dimakan kecuali makhluk itu. Jongjin berakhir duduk berhadapan dengan kakaknya yang terus meledak tanpa henti selama lebih dari tiga jam.

Kakaknya juga terlalu misterius dan mengerikan untuk sebuah kencan. Jadi Jongjin pikir laki-laki setipe kakaknya tidak akan pernah berkencan seumur hidupnya. Tapi disuatu siang, dengan lidah menjulur—mengejek Jongjin—, kakaknya itu pulang sekolah sembari menggandeng seorang gadis. Jongjin menerka dan menaruh curiga kalau-kalau gadis itu dibayar hanya untuk sebuah gandengan tangan. Karena seminggu setelah itu, kakaknya selalu uring-uringan tiap kali ditanya perihal kekasihnya itu. Mungkin dugaan Jongjin memang benar.

Diantara keanehan yang memalukan itu, Jongjin juga kadang merasa bangga. Jongwoon bukan seorang pembual dan tidak pernah menggebu-gebu dalam omongan. Kakaknya lebih senang menunjukkannya langsung dengan sebuah tindakan.

Kala itu, Jongwoon diam-diam mengikuti perlombaan menyanyi tanpa orang rumah tahu, kecuali dirinya. Saat ayahnya pergi bekerja dan ibunya berbelanja, Jongwoon akan langsung memutar lagu pilihannya berulang-ulang dan melatih nadanya sendiri dengan suara keras-keras. Hal itu berulang-ulang satu bulan sampai tenggorokan kakaknya bermasalah hingga membuat Jongwoon lebih pendiam dari sebelumnya. Hari yang ditunggu akhirnya datang dan dengan tenggorokan sekarat, Jongwoon melakukan sebaik yang ia inginkan. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya hingga Jongjin melihat sendiri saat beberapa juri memasang wajah terpukau. Hari itu pun mereka pulang dengan membawa mesin cuci yang selama itu sang ibu idam-idamkan.

Pun begitu dihari Jongjin berulang tahun. Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan beberapa jam sebelum ulang tahunnya berakhir. Sebatang lilin yang tinggal setengah dipasang di atas setumpuk coklat murahan sebagai kue ulang tahunnya. Senyum Jongjin lebar sekali kala itu sebelum kakaknya berdiri dan meminta ijin untuk tidur terlebih dahulu, tanpa mengucapkan selamat atau memberi sesuatu. Dengan sedih Jongjin mencoba berpikir positif, mungkin waktu itu Jongwoon menganggap coklat murahan yang dibelinya itu sebagai hadiah.

Sampai Jongjin setengah tertidur di atas ranjangnya, telinganya menangkap suara deritan pelan pintu terbuka. Jongjin masih pura-pura tidur kala selimut tipisnya ditarik. Dia nyaris bangkit dan berteriak sebal pada siapa pun yang mencuri selimutnya jika saja tidak ada kain berat yang tiba-tiba membungkusnya. Harum aroma khas kain yang baru keluar dari bungkus menusuk penciuman Jongjin.

Diantara keheningan malam itu, Jongjin mendengar bisikan kakaknya didekat telinga.

“Selamat ulang tahun, adikku.”

Jongwoon juga punya kemampuan menghipnotis yang entah darimana didapat. Waktu itu Jongjin tidak percaya diri dan ragu ketika dirinya ditunjuk sebagai perwakilan sekolah dalam lomba berpidato. Jongjin sudah mempersiapkan semuanya termasuk mentalnya untuk berhadapan dengan beratus-ratus pasang mata dari berbagai sekolah. Namun nyalinya menciut tepat di bawah panggung saat namanya dipanggil.

“Jongjin, kau pasti bisa!” Kakaknya mencengkeram bahunya begitu erat seolah sedang menyalurkan energi yang membara dikedua matanya. “Kau pasti bisa karena kau adikku. Adikku yang paling hebat dan paling kusayangi.”

Tanpa Jongjin sadari kepalanya mengangguk dan sesuatu dalam dirinya terbakar oleh semangat. Ia melangkahi tangga satu persatu dengan keyakinan dalam setiap pijakannya. Dan begitu tepuk tangan menyambutnya ia tersenyum manis sebelum mulutnya meluncurkan kalimat yang telah ia hafal dengan lancar.

Goresan pena Jongjin terhenti ketika ia mendapati selembar buku tulisnya telah penuh. Ketika baru sadar ia lebih banyak memuji kakaknya daripada merendahkannya, Jongjin lekas menghapus judul karangan itu yang mulanya tertulis ‘Kakakku yang Menyebalkan’ menjadi ‘Kakakku yang Tersayang’

Ia melirik sekilas pada kakaknya yang tengah berbaring malas-malasan di lantai dengan sebuah komik—yang sudah seribu kali kakaknya baca—di tangannya.

“Kak.”

“Hm?”

“Bagaimana kalau ibu hamil lagi dan kau punya adik satu lagi? Apa aku akan tetap jadi adik yang paling kau sayangi?”

“Entahlah.” Kakaknya mengangkat bahu dan ada sedikit kerutan di dahinya ketika ia menjawab, “yang kutahu itu sebuah bencana karena aku tidak tahu bagaimana harus menangani dua Jongjin yang nakal.”

Jongjin terkikik geli sambil berusaha menyahut, “ew, aku tidak nakal.”

“Katakan itu pada orang yang merencakan pembunuhan pada kura-kuraku.”

“Uh, aku tidak merencakannya! Ide itu muncul saat aku kelaparan dan tidak ada satu makanan pun di dapur.”

Perdebatan itu terus berlanjut sampai Jongjin merasa ia perlu mengubah judul karangannya lagi menjadi ‘Kakakku yang Lebih Sayang Kura-Kuranya daripada Adiknya Sendiri’

.

.

Note :

Mungkin updatenya cuma bisa satu kali seminggu huhu tergantung seberapa sering nangkep wifi gratisan

Anyway dibagian ‘kau pasti bisa karena kau adikku’ itu kalimat mungut dari drama Good Doctor-nya Joowoon /dan aku sampe berkaca-kaca lihat adegan itu huhu/. Ada yang sudah tamat nonton Good Doctor ga? Kalau ada gimana ceritanya, aku baru lihat episode awal-awal di TV, itu pun durasinya cuma setengah jam OTL

Aku menikmati momen menulis series Brother And Me ini karena bisa ngebayangin konyolnya mereka bareng saudara serahim hihi semoga yang baca juga bisa nikmatin yah 🙂

Advertisements

11 thoughts on “Brother And Me : Yesung

  1. hahahahaha Jong woon oppa memang kakak yang baik walau ngeselin dan misterius. Sabar ya Jongjin,punya kakak kayak Jong woon mah harus sabar. XD

    • hello amaya. maaf baru bisa bales huhu

      iya, aura jongwoon masih gelap aja habis wamil. jadi gini deh hasilnya.. gelap xD

      makasih udah dateng yah. baca yng shindong juga jngn lupa /promo/ 🙂

    • hello lagi L!
      hehe boleh kog boleh. aku 94 hehe km line brapa nih?
      iyakah? makasih. aku nulisnya sering sekali jadi langsung pos. besoknya pas dibaca ulang baru berasa ga puasnya hehe.
      tp makasihh yah 🙂

      • aku 95 ^^ kkkk~ dari awal ketemu wp ini tuh udah kagum banget, sampe sudut pandang si mbum pun ikutan di bikin. jadi seneng karena unik banget.
        sebenarnya aku bukan reader baru, udah lama, dari awal2 gitu tapi masih jadi silent rider… *ampunn* xD maklum, dulu pake hp butut jadi susah komennya /malah curhat. sekarang sdh enak/? jadi bisa komen dimana2 hihihihi

      • wah dibawah satu tahun yaahh hehe untunglah, jadi akunya ga keliatan tua2 bnget hihi
        si mbum siapa mksudnya? kibum yah?

        iya ga apa2 kog. karena aku juga tahu gimana rasanya punya hp udzur ;w; ini hp ku jg masih udzur2 aja. jadi kalau post/bales komen harus ol lewat laptop dulu. ;w;

        cie ciee hp km baru ya kkk didatengi aja sebenernya udah seneng kog. meskipun agak heran, kmren viewers tertinggi sampe 400-an tp ga ada satupun komen yng masuk kecuali dr kamu hehe mungkn hpnya emang pada jadul. aku maklum kog kkk.

        makasih banyak yah udah mau komen dan baca :))

      • mbum anknya heechool xD
        silent rider yahh :3 positif thinking ajalah…^^ iya sama2 kak..aku seneng mah ketemu author kece, ramah lagi xixixixi

  2. aduh eon ini dari part awal udah ngakak xDDD yakali kura-kura mau dimasaaakk, laper sih laper tapi ya jangan gitu xD dan apa itu jongwoon ikut jasa penyewaan pacar? wkwkw xD
    lanjutin please eon brother and me series ini ;w; tp eon ini kuga berlaku ngga buat member yang anak tunggal kayak ryeong, hangeng? hehe

    • jongjin mah gthu anaknya :’)
      iya, sangking ga lakunya mungkin haha
      bakal dilanjut kalau udah dapat ilham (ilham, di mana kamu nak? :’) )
      yep, no kangking, no wook, no geng kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s