Brother And Me : Kyuhyun

aesthetic 23

Ahra tidak pernah lupa bagaimana perasaannya saat ia berada di lorong rumah sakit dengan kakinya yang lelah—karena dia tidak bisa berhenti mondar-mandir—demi menunggu tangis seorang bayi. Ibunya pernah berkata padanya dengan perut melembung besar, bahwa jika nanti ada suara tangisan, itu berarti saudaranya telah lahir ke dunia. Hari itu, sampailah penantian Ahra selama berbulan-bulan.

Ahra terlonjak-lonjak senang begitu pintu yang mengunci ibunya beserta sekelompok orang berseragam dibuka. Salah seorang wanita keluar dengan buntalan mungil dalam balutan selimut putih di tangannya. Ahra tidak tahan untuk tidak menghentikan perawat itu. Sambil menarik-narik ujung seragam wanita itu, Ahra memberanikan diri untuk bertanya dengan suara sesopan mungkin, “Apa aku boleh melihat wajah adikku?”

Perawat itu mengangguk sambil mengulas senyum lembut. Sedikit merendahkan tubuhnya karena Ahra hanya setinggi pinggangnya, perawat itu pun menunjukkan bayi yang dibawanya.

Rasanya Ahra tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya kala itu. Wajah mungil itu tampak bercahaya meski kulitnya kemerah-merahan dan matanya terpejam erat. Ahra tidak percaya bahwa bayi kecil dan lucu itu adalah adiknya. Adik yang nanti ia harap bisa diajaknya main bersama. Belajar berdua. Kalau perlu berjalan-jalan sore setiap hari, bahkan Ahra sudah rela sepedanya dipakai jika memang adiknya mau. Tapi Ahra tahu ia harus menunggu sedikit lebih lama lagi untuk melakukan hal itu.

Sedikit lebih lama itu tidak terasa apa-apa ketika Kyuhyun selalu berhasil membuatnya tertawa. Tingkah Kyuhyun kecil begitu imut.  Kyuhyun yang sedang minum, tidur, tertawa, bersendawa, bahkan menangis masih terlihat lucu di matanya.

Menginjak usia empat tahun, Kyuhyun sudah pandai mengekorinya ke mana-mana sambil sesekali bertanya, “Kak, ini namanya apa?”

“Kak, apa gunanya ini?”

Ahra selalu berusaha memberikan jawaban terbaik kecuali untuk satu pertanyaan paling menyebalkan, “Kak, bagaimana pesawat bisa terus naik ke langit tanpa jatuh sedangkan kerikil yang sekecil kelingking langsung meluncur ke tanah begitu dilempar ke atas?” karena Ahra sendiri belum terlalu paham untuk mengerti bagaimana pesawat bisa terbang.

Kyuhyun juga mendengar semua permintaan—yang lebih terdengar seperti perintah—tiap kali Ahra membutuhkan bantuan. Singkatnya, Kyuhyun jadi adik penurut dan manis.

Hingga entah sejak kapan Kyuhyun mulai mengenal kata penolakan dan menyahutinya tanpa ragu-ragu, “Aku tidak mau!”

“Ambil saja sendiri!”

“Kakak punya kaki, kan? Jadi lakukan sendiri.”

Oh, betapa Ahra berusaha menahan tangannya untuk tidak melempar Kyuhyun ke planet Pluto saat itu juga.

Perubahan itu membuat rumah mereka berubah jadi begitu ramai hampir tiap hari. Ahra tidak tahu kapan semua itu dimulai, ketika suatu pagi teriakan mereka terdengar lebih kencang dari hari-hari sebelumnya. Celaan, ejekan sama-sama melesat cepat dari mulut keduanya, pun tangan mereka ikut sibuk melempar bantal ke wajah satu sama lain.

Sampai bunyi ‘pyar’ keras meredam teriakan Ahra. Kyuhyun ikut menutup mulutnya dan mengikuti arah pandang kakaknya yang kini tertuju pada sebuah ponsel yang tergeletak tak berdaya di lantai. Case-nya terlepas dari badannya dan baterainya terlempar entah ke mana. Ada goresan memanjang di layar hitamnya dan itu sukses membangunkan keterkejutan Ahra.

Kyuhyun masih membeku di atas ranjang ketika melihat kakak perempuannya memungut keping-keping ponsel itu dan keluar dari kamar dengan debuman keras di pintu tanpa berkata apa-apa.

Ahra merasa ia berhak marah. Tentu saja ia marah. Ponselnya mati dan tidak bisa digunakan lagi. Kali ini ia memilih mendiamkan Kyuhyun, karena ia pikir mengadu argumen hanya akan membuat mulutnya lelah berbusa. Ia kenal betul, adiknya itu keras kepala. Tidak pernah mau mengalah dan selalu memberi alasan, “Aku adikmu!”

Keesokan harinya Ahra mengikuti perkemahan wajib di sekolah yang rutin diselenggarakan tiap musim panas. Ahra harus berterima kasih untuk itu. Ia tak harus bertemu dengan adiknya, karena melihat wajahnya saja Ahra ingin mencekiknya.

Satu minggu itu pun berjalan dengan cepat karena Ahra benar-benar menikmatinya. Ia sampai di rumah sore hari dengan wajah lelah dan murung, teringat bahwa kali ini ia tak akan bisa menghindar dari Kyuhyun.

Tangannya baru membuka pintu dan mulutnya baru mau mengucapkan salam, ketika sosok kecil itu memeluk tubuhnya.

“Kyuhyun?”

Suara serak adiknya langsung menjawab cepat di sela-sela isakannya, “Kakak ke mana saja? Kenapa perginya lama sekali? Aku tidak bisa tidur karena tidak ada yang membacakanku cerita. Tidak ada yang mengajariku mengerjakan tugas sekolah. Aku merindukanmu, Kak. Aku merindukanmu. Kumohon jangan pergi lagi.”

“Kyuhyun, kau—”

Kyuhyun melepas pelukannya lalu merogoh saku celana pendeknya dan menunjukkan sesuatu di tangannya pada Ahra. “Aku minta maaf. Ini, ponselnya sudah kuperbaiki. Kakak bisa menggunakannya lagi.”

Kali ini mata Ahra berkaca-kaca. Bergantian ia melihat wajah basah Kyuhyun dan ponselnya. Isakan kecil lolos dari mulutnya, cepat-cepat ia meredamnya dengan memeluk Kyuhyun erat-erat. Sambil mengubur wajahnya dibahu kurus Kyuhyun, Ahra bertanya dengan penuh haru.

“Bagaimana kau bisa memperbaiki ponselku, Kyu?”

“Aku membawanya ke tukang servis dan mengambil 40.000 Won dari tabunganmu, Kak.”

Butuh beberapa detik untuk Ahra menghentikan tangisannya dan menjerit di depan telinga adiknya. “Apa katamu?!”

.

.

note:

hikmah yang bisa diambil dari cerita ini: sabar-sabarlah punya adik macam kyuhyun waks untung yang nulis ga punya adik /meskipun kadang pengen juga punya adik hiks/

untuk harga servis kerusakan layar ponsel berapa ya? (maklum ga pernah mecahin layar. kalau ngerusakin pernah) aku searching kisaran 400-600. kalau diconvert ke-won sekitar 40000won (atau seharga dvd All About SJ waks) tapi mungkin harga berbeda untuk masing-masing negara hehe

Advertisements

4 thoughts on “Brother And Me : Kyuhyun

  1. aaa ini jugaa ngefeel banget kak soalnya aku sama kakak2ku juga kadang gi tu xD “Celaan, ejekan sama-sama melesat cepat dari mulut
    keduanya, pun tangan mereka ikut sibuk melempar bantal ke wajah
    satu sama lain.” ketawa spontan waktu baca part itu xD dan dan apalah ini endingnya taf iou mau ikut terharu tapi ternyataaa hahaha kirain ambil dari tabungan kyu sendiri xD

    • kalau aku sih bukan sama saudara, tp sama ibuk tp bukan waktu bertengkar. ada saat2 kita bedua bisa jadi temen, lempar2an bantal kkkk
      kyuhyun mah githu anaknya :’)) ga mau rugi hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s