DEVIL : YESUNG

devil yesung

.

Langit New York tidak sedang berbaik hati pagi ini. Hujan salju lebat membutakan mata, mengikis jarak pandang sampai dua meter. Titik dinginnya jatuh sampai keangka 22. Suhu tergila sepanjang dua puluh tiga tahun Kaylee hidup.

Pun begitu, sang bos yang tak jauh gila, memaksa para karyawan menerjang hujaman dingin itu pagi-pagi sekali. Seakan berita-berita kematian semingguan kemarin tidak cukup membuat bosnya takut kehilangan satu bawahannya. Dan Kaylee merasa sial mempunyai bos semacam itu.

Sambil mencibir sendiri, Kaylee mengubur setengah wajah ke balik syal merahnya. Tidak perlu mengingatkan Kaylee betapa ia menyukai kapas-kapas lembut dari langit itu. Dulu waktu ia masih jadi anak lima tahun, membuat orang-orangan salju adalah kegiatan wajibnya tiap musim salju tiba. Tidak seorang pun mampu menghentikannya mandi salju berjam-jam sampai ia harus tumbang di malam hari lengkap dengan ocehan ibu Kaylee. Sekarang, Kaylee bukan lagi anak lima tahun. Tidak ada waktu untuk sekadar berbaring di tempat tidur dan mengeluh sakit. Dan kedua orang tuanya juga sudah terlalu tua untuk merawatnya. Jadi salju bukan lagi masuk dalam daftar hal paling Kaylee suka. Apalagi jika dinginnya membuat dongkol seperti ini.

Langkah Kaylee mengetuk-ngetuk cepat, menembus diantara beberapa gelintir manusia. Ia baru saja menyeberang perempatan Washington Street membelok ke Rosses Street ketika sebuah ambulans berjalan lamban menyapu tumpukan salju. Suara sirenenya memantul-mantul, dingin dan memperingatkan. Oh kini, Kaylee bisa memasukkan sirena ambulans ke dalam daftar hal yang ia benci setelah musim dingin. Kadang Kaylee mendapat gagasan New York memang terasa hiroik seperti yang ada di film layar lebar. Hiroik yang terkesan mencekam.

“Selamat pagi, Kay.”

Kaylee mendongak dan mengerutkan kening. Bukan karena tingkah sopan yang teman kerja barunya itu tunjukkan. Tapi mata laki-laki itu, yang menunduk dan memandangnya lembut.

“Kau memakai lensa kontak itu lagi?”

“Iya.” Yesung tertawa kecil sambil menggaruk telinganya. Selalu seperti itu tiap kali ia terpojok.

Sejak pertama kali melihatnya, Kayleee memang mengoloknya habis-habisan. Lensa merah menyala itu sama sekali tidak cocok dengan rambut hitam dan wajah asia Yesung. Dan meskipun Yesung beralasan itu model paling digandrungi kaum muda, Kaylee tetap menganggapnya jelek. Sedikit menyeramkan dan sama sekali tidak cocok dengan karakter seorang Yesung yang baik hati.

Masih ada waktu lima belas menit sebelum memulai kerja, tapi kursi-kursi milik temannya masih kosong. Mungkin Kaylee datang kelewat rajin. Kaylee menyalakan berita pagi untuk mengusir jenuh. Sembari menyeduh kopi, Kaylee mendengar pembawa acara menyiarkan satu korban lagi yang meninggal akibat cuaca ekstrim. Namun kali ini ditemukan bekas gigitan di pusat nadi tangan si korban.

Kaylee bergidik. Ia ingat satu minggu lalu seorang tuna wisma terkubur ditumpukan salju dekat restoran Taureau, tempat Kaylee dan teman-temannya sering berkumpul di akhir pekan. Dan tepat tiga hari lalu saat beberapa karyawan berikut Kaylee dan Yesung pergi ke Chicago untuk bertemu salah satu klien, ditemukan seorang wanita tua tergeletak di depan pintu rumahnya. Semua orang berpikir keduanya mati kedinginan. Tapi bekas gigitan itu menyembunyikan fakta lain yang sampai saat ini belum diketahui dari makhluk apa.

Suara sang penyiar menyadarkan Kayle ketika menyebut-nyebut nama jalan tempat korban dievakuasi. 433 Washington Street di balik gang sempit di samping toko bunga De Juan Stroud, korban itu tergeletak membeku.

Suara ambulans kembali meraung-raung dari luar kantor. Sambil gemetar meletakkan cangkirnya ke atas meja kerja, Kaylee berbalik dan menatap laki-laki yang duduk dua kubikel di belakangnya. Manik merah itu kali ini lebih redup. Kaylee ingin bertanya kapan Yesung mengganti lensa kontaknya menjadi merah marun. Namun bibirnya berkhianat, dengan gemetar ia berucap, “Yesung, ke mana kau pergi sebelum ke kantor?”

.

Note:

Ada yang nangkep ga kalau korban-korban itu berjatuhan sejak Yesung jadi karyawan baru? Kalau ga, berarti fic ini gagal whahaha

Jadi rencana sembilan hari ke depan, aku bakal post Devil Drabble Series. Aku ga tahu apa aku bisa konsisten ke tema dark gini. Karena yang ada di draft baru tiga tulisan. OTL Well, project ini terinspirasi dari Kak Put yang sebelumnya sudah membuat project untuk Love Me Right EXO. Berhubung aku juga punya cowok(?) sendiri, jadi kenapa ga wkekeke makasih untuk Kak Put yang sudah menginspirasi!

Untuk lokasi jalan-jalannya itu, aku searching sendiri dan bisa lihat gambarannya di sini dan setting musim dinginnya aku terinspirasi dari artikel ini. Kalau ada salah-salah itu murni salah penulis hehe Kalau ada typo juga tolong diingatkan yah.

Sampai ketemu besok!

Advertisements

12 thoughts on “DEVIL : YESUNG

  1. Yep…. Yesung is d devil or should I call him vampire? kekeke.. I definitely know w/ d last paragraph.. you clear it anyway .. mau pake semua member SJ sbg devil ? oh lemme see d next chapter… keep writing !! XD

    • hi octa! ga nyangka langsung muncul hehe yaa syukurlah pada paham /sujudsyukur/ aku kira bakal memusingkan krn nulisnya juga aku pusing sendiri. tetiba spechless kelamaan nonton devil yang ga ada devil2nya itu.

      eh kemarin mau ke blog kamu tapi linknya tenggelem di timeline dan history chrome aku hapus xD untung kamu ke sini jadi bisa langsung bertandang ke sana. ciaow!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s