Frying Fire

627186885

.

Tepat saat jarum pendek menempeli angka satu, Kyuhyun keluar dari ketenangannya—atau kata lain ‘kegilaan’. Sepulang dari perpustakaan mencari referensi pukul delapan malam tadi, ia langsung mendekam berjam-jam di kamar demi menghapal seluruh teori-teori yang membuatnya nyaris gila.

Dulu semasa SMA tiap kali Kyuhyun ditanya teman-temannya ingin melanjut ke jurusan mana, ia dengan bangga sambil mengangkat dagu tinggi-tinggi menjawab, “Tentu saja aku akan masuk ke jurusan matematika!” Karena tidak satu kepala pun tidak tahu kalau Kyuhyun mengisi buku nilai matematikanya dengan angka di atas sembilan puluh.

Dan sejak ia benar-benar masuk ke tempat impiannya itu, mimpi buruknya dimulai. Kyuhyun tidak pernah menyangka bahwa apa yang ia serap dijenjang SMA belum ada apa-apanya dengan ini. Kyuhyun harap rambutnya tidak sampai botak seperti profesor-profesornya di kampus. Oh, itu akan jadi bencana jika benar terjadi. Membayangkannya saja Kyuhyun ngeri.

Sebenarnya Kyuhyun bukan anak rajin yang setiap hari menekuni jurnal-jurnal tebal di perpustakaan kampusnya yang sesenyap kuburan itu. Kyuhyun bahkan lebih senang menghabiskan malamnya dengan menaikkan level di game online kesukaannya. Atau kalau tidak ia bisa mengerjai Hyung-Hyungnya, membuat kegaduhan di flat kecil mereka sampai bibi yang tinggal di lantai satu harus tergopoh-gopoh naik untuk menyumpahi serapahi mereka.

Hanya karena ini bulan ujian akhir semester saja, Kyuhyun beserta keempat Hyungnya tiba-tiba berubah jadi mahasiswa rajin. Begitu pulang, masing-masing dari mereka langsung masuk ke kamar, bergelut dengan laptop, segunung jurnal dan buku setebal kamus Korea-Inggris.

Suasana flat yang tidak biasanya sunyi membuat Kyuhyun bergidik ketika ia melangkah seorang diri ke dapur. Setelah otaknya terisi, perut Kyuhyun menjerit-jerit minta isi. Niat mula untuk memasak Ramyeon pun kandas saat ia menemukan sebungkus cumi-cumi mentah di freezer lemari pendingin.

Itu mungkin milik salah satu dari penghuni flat, tapi Kyuhyun ingat kata-kata Leeteuk si tetua, “Apapun yang ada di dalam flat adalah milik bersama.” Maka Kyuhyun mengeluarkannya tanpa ragu. Lagi pula ia tidak akan memasak semua. Ia akan menyisakan lima buah cumi. Itu cukup, pikir Kyuhyun.

Setelah mencuci bersih dan melumuri calon isi perutnya itu dengan tepung berbumbu milik Yesung yang ia curi. Tangan kanannya meraba udara di atas minyak yang telah dipanaskan. Setelah dirasanya cukup, ia mencelupkannya satu persatu.

Dan demi Tuhan, ini pertama kali Kyuhyun masuk dapur untuk menggoreng cumi-cumi. Jika bukan karena perutnya yang keterlaluan berisik dan ujian akhir semester yang terkutuk, ia tak mau direpotkan seperti ini. Kyuhyun bisa saja masuk ke kamar Sungmin dan memaksa laki-laki pendek itu untuk memasak untuknya. Tapi senakal apapun Kyuhyun, ia tahu diri untuk tidak mengganggu Hyungnya. Meski Kyuhyun yakin Sungmin tidak keberatan melepas kosentrasinya demi memasak untuk Kyuhyun.

Di luar dugaannya bahwa memasak itu semudah Leeteuk—yang tak tahu malu—berjalan dari kamar mandi ke kamar tanpa sehelai kain, Kyuhyun harus menjauh setidaknya satu meter dari penggorengan. Cumi-cumi itu meletup-letupkan minyak goreng, seakan mereka tak terima dibunuh begitu saja sebagai calon pengisi perut. Si calon pemangsa harus merasakan sakitnya kulit melepuh seperti apa yang mereka rasakan.

Dan letupan paling keras itu pun meledak. Mengenai dahinya. Kyuhyun mengerang, mundur beberapa langkah dan bersungut-sungut. Ini pastilah karena pemilik cumi itu tidak rela cuminya ia goreng.

Kyuhyun mengecek dahinya yang memanas di depan cermin yang terpajang di ruang tengah. Belum membekas tapi ia yakin besok dahinya memerah seperti orang yang habis dicium lalu membiru seperti korban keroyokan.

Hebat!

Kyuhyun jadi heran bagaimana ibunya bisa menggoreng sepanjang hidupnya tanpa terkena minyak panas seperti ini. Karena selama itu pula Kyuhyun tidak pernah mendengar ibunya mengeluh.

Jika benar ibunya tidak pernah mengalami kulit terbakar seperti ini, Kyuhyun harus memberinya penghargaan sebagai ibu terbaik di dapur.

Lalu otaknya yang sudah lelah itu berpikir-pikir. Mungkin ia harus memakai sesuatu yang bisa melindungi tubuhnya. Sesuatu yang bisa menghidarkannya dari dahi terbakar atau lebih mengerikan, mata buta.

Ya ampun. Kyuhyun baru sadar selama ini ibunya mempertaruhkan keselamatan matanya demi menggoreng ikan untuknya!

Setelah berpikir dengan waktu terbatas, Kyuhyun kembali ke depan penggorengan. Seluruh tubuhnya sudah terbungkus aman.

Ketika sibuk membolak-balikkan cumi-cumi itu, Donghae yang baru saja keluar dari kamarnya, menemukannya di dapur.

“Kyuhyun.”

“Ya?”

Kyuhyun tidak begitu peduli pada wajah keheranan Donghae, karena kini cumi-cuminya hampir matang. Perutnya hampir terisi lagi.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Kyuhyn berdecak terganggu akan pertanyaan tak penting Donghae, lalu menyahut datar, “Apa yang kau lihat Hyung?”

“Kau menggoreng.. dengan sweater panjang, sarung tangan dan helm?”

“Aku tahu aku konyol, tapi tolong jangan ditertawakan karena kau sendiri tidak merasakan bagaimana dahiku perih habis diguyur minyak panas!” balas Kyuhyun sebal.

Donghae tidak mematuhi permintaan Kyuhyun, karena setelah itu ia tertawa terpingkal-pingkal sampai perutnya sakit.

“Jadi ini perjuangan menggoreng cumi curian? Dahi terbakar dan ditertawakan? Perutku harus berterima kasih padaku setelah ini,” gumam Kyuhyun makin sebal.

.

.

Note: 

based true story-nya yang nulis fanfic ini di part jidat terbakar -_-

nulisrandom2015

Advertisements

16 thoughts on “Frying Fire

  1. kyuuu kok kita sama *toss bareng kyu. mau goreng ikan ato cumi harus pake pelindung bedanya aku ga make helm hahahaha. emang ga enak kali kecipratan minyak panas perihhh ㅠ ㅠ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s