June Time

140915 ktr 1

Yang Ryeowook inginkan dihari ulang tahunnya hanya sebaris pesan pendek dari Donghae..

.

Diusianya yang hampir menyentuh kepala tiga, Ryeowook tidak berharap kado apapun dari orang-orang disekitarnya. Ia mulai mengartikan berulangnya hari kelahiran tidak lebih dari titik tolak kedewasaan yang perlu ditingkatkan. Berikut juga cara bagaimana ia mengatasi beban-beban hidupnya.

Ia kerap kali mendengar pujian dari teman-temannya yang kebanyakan iri pada hidup Ryeowook yang terlihat menyenangkan. Status tanpa kekasih tidak membuat Ryeowook murung dan kesepian. Memang Ryeowook tidak terlalu berburu pasangan hidup cepat-cepat. Meski hampir tiap pagi orang tuanya—terkhusus ibunya—mengkode-kode lewat cerita teman Ryeowook yang sudah menikah, berkeluarga, punya anak dan bla-bla. Tapi sungguh, Ryeowook belum ingin melingkarkan cincin permata di tangan seorang gadis—untuk saat ini.

Dan orang-orang tidak tahu saja ada persoalan sepele yang justru membuat Ryeowook kelimpungan dari pada masalah jodoh. Sesepele pertengkarannya dengan groupmate-nya, Donghae.

Ini sudah kesekian kali mereka bertengkar dan rujuk pulih seperti adik-kakak dalam sekejap. Pengecualian hari ini. Setelah teriakan dan olokan hebat tadi pagi, seharian ini laki-laki itu tidak tampak ingin pulang. Mungkin Donghae menginap di lantai bawah bersama Eunhyuk dan Kyuhyun. Tapi demi Tuhan. Bisakah laki-laki yang dua tahun lebih tua itu berhenti bertingkah kekanakan. Lari begitu saja dan tak mau menghadapi dirinya. Parahnya hari ini ulang tahun Ryeowook dan laki-laki itu tidak menurunkan sedikit egonya untuk sekadar mengiriminya pesan! Bahkan Ryeowook tak peduli jika pesan itu setengah tulus setengah kesal.

Ryeowook menyepak guling asuka milik Heechul sampai terlempar jauh ke lantai. Rasa-rasanya ia ingin menyepak muka Donghae, jika saja Donghae bukan hyung-nya. Sadis! Tapi laki-laki itu lebih sadis mengabaikannya tepat di tanggal 21 Juni.

Oh, tidak usah pedulikan presentasi Ryeowook tentang hari kelahiran jika ini sudah menyangkut Donghae.

Ryeowook menyerah menunggu pesan Donghae diantara pesan-pesan lain yang menumpuk. Sedikit pusing karena ponselnya tidak bisa berhenti berkedip tiga kali dalam satu menit. Banyak sekali yang menyelamatinya.

Malam hampir berakhir dan otak Ryeowook sama sekali tak mau berhenti bekerja. Ryeowook tak ingin menambah keriput hanya karena mengutuk-ngutuk Donghae, jadi ia beranjak dan keluar dari kamar. Sedikit kudapan di awal pagi sepertinya tidak masalah.

Setengah mengantuk langkahnya terantuk-antuk dinding dan pintu. Ryeowook baru berhenti begitu berhadapan dengan lemari pendingin. Sambil berharap ada orang yang berbaik hati meninggalkan sepotong kue untuknya. Sepotong saja.

Tapi yang ia temukan sepenuh piring besar kue bertumpuk dua berlabel namanya dengan bubuhan krim merah menyala yang cantik. Kantuk Ryeowook langsung menghilang. Ia mengeluarkan kue itu dengan hati-hati dan baru menyadari ada secarik kertas yang hampir membeku di sampingnya.

Ryeowook memungutnya dan berdecih lalu terkikik-kikik menemukan tulisan gaya anak-anak kelas satu di sana. Bersyukurlah tulisan itu masih terbaca. Dengan kacau tertulis;

Kue itu bukan kado ulang tahun. Kado yang sungguhan ada di lantai bawah. Temui aku di dorm bawah begitu kau menemukan kue ini!

“Lama sekali! Aku menungumu semalaman sampai tidak tidur.”

Donghae menyemburnya begitu Ryeowook sampai. Ada kantung hitam di bawah mata laki-laki itu. Ryeowook tidak sepenuhnya merasa bersalah. Lagi pula itu berarti mereka impas karena saling menunggu.

“Mana aku tahu ada yang meninggalkan kue ulang tahun untukku di lemari pendingin.”

“Jadi Donghae tidak memberitahumu dulu?” Hyukjae muncul dari kamar. Mungkin takut dua anak itu meledak seperti pagi tadi dan hampir memporak-porandakan koleksi komik one piece di kamarnya.

“Tidak. Sama sekali tidak. Tidak ada pesan masuk apalagi telepon. Jika tadi aku tidak ke dapur mungkin aku baru menemukannya besok.”

“Itu kenapa aku tidak menghentikanmu ketika kau katakan Donghae begitu bodoh. Dia memang begitu.”

“Aku tahu. Aku tahu,” sela Donghae. Sudah terlalu biasa dikatai bodoh oleh kawannya.

Sedangkan Ryeowook tertawa kecil. Setidaknya Donghae tidak terlalu bodoh untuk melupakan hari apa ini.

.

.

Note:

Susah banget nulis yang lebih panjang dari ini OTL

Happy bday ryeong9! Twinsku!

Aku becanda soal dikau yang ga mikirin jodoh kog. Cepet-cepet deh gandeng cewek. Tapi sepanjang kamu ngejomblo, tenang aja… kita senasib bang haghaghag

Kenapa harus donghae? kenapa ga siwon? karena siwon kurang bermuka menyedihkan. hah

Advertisements

2 thoughts on “June Time

  1. kepingin ngakak 😀 tapi kepingin kangen2an juga sama mereka >_< ini ff lama kan kak? selama aku ninggalin sj, jadi kangeun deh~ uhukuhuk 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s