Reset

reset

Ada kalimat yang paling Siwon benci untuk diucapkan,

adalah “Aku tidak punya uang.”

“Aku tidak punya uang.”

Heechul mengernyit seakan-akan Siwon baru saja menari perut di depannya. Tidak bisa dipercaya. Anak ini berkata bahwa dia tidak punya uang?! Apa yang Siwon sebut tidak punya uang jika ia punya baju dan sepatu mahal—yang Heechul harus menabung berbulan-bulan untuk bisa mendapatkannya.

Tapi Heechul sudah mengenal laki-laki itu dengan baik. Siwon memilih tinggal mandiri di sebuah flat kecil di Ilsan sejak ia naik kelas dua SMA. Dan sejak itu pula Siwon menolak untuk menggesek kartu-kartu yang tiap bulan ayahnya isi. Siwon bekerja sendiri untuk membeli makan dan membayar sewa flat. Sedangkan ayahnya hanya mengurus biaya sekolahnya saja.

Dan mungkin apa yang Siwon katakan barusan benar-benar terjadi.

“Apa ada masalah dengan tempat kerjamu? Kau dipecat?”

Siwon menggeleng. Wajahnya nampak keruh dan menyedihkan. Jika saja tadi Heechul tidak meneleponnya dan bilang akan mentraktir semangkuk samgyetang dan beberapa tusuk sate ikan, mungkin sekarang Siwon sedang menangis di dalam kamar lalu pingsan karena kelaparan.

“Gajiku belum cair dua bulan ini,” balas Siwon selanjutnya sambil menghela napas.

“Bagaimana bisa?”

“Bos tempat aku bekerja berhenti dan sekarang diganti oleh anaknya. Dan anaknya itu bukan cerminan bos yang baik. Dia congkak setengah mati. Sialnya tabunganku tersisa beberapa puluh won saja. Itu pun simpanan uang untuk membayar sewa flat. Aku hampir gila, Hyung.”

“Dan karena itu juga kau menjauhi Joan?”

“Apa aku terlihat sadis Hyung? Aku benar-benar tidak punya modal untuk mengajak anak orang keluar jalan-jalan. Mengisi perutku sendiri saja aku hampir tak sanggup.”

Heechul tertawa kecil. Masih tidak percaya melihat anak pemilik department store terbesar di Korea sedang mengeluh tentang dompetnya yang nyaris kosong.

Sebenarnya Heechul ingin memberi masukan agar Siwon menyerah untuk menyiksa dirinya sendiri. Ia bisa dengan mudah mengambil kartu ATM yang lama disimpan di lemari pakaiannya. Tinggal gesek sekali maka penderitaan ini akan berakhir.Tapi Heechul tahu Siwon akan menolak seribu kali pun ia meminta.

Lalu sebuah ide brilian melintas dalam kepalanya.

Heechul menjentikkan jari dan tersenyum lebar. “Dunia belum berakhir Siwon. Kau bisa menjual tubuhmu untuk mengisi dompetmu lagi!”

Mata Siwon menyipit. Itu memang benar kalau Siwon mengenal Heechul sebaik laki-laki itu mengenalnya. Siwon tahu sekali Heechul sedikit freak dan sinting. Tapi oh tidak. Ia tidak pernah membayangkan—sekali pun—ingin menjadi segila Heechul.

Dan apa yang barusan laki-laki itu bilang. Menjual? Menjual?!

“Menjual tubuhku?” Siwon berusaha untuk tidak menggebrak meja dan menumpahkan sup samgyetangnya ke wajah laki-laki itu. Karena ia masih sayang tubuhnya sendiri untuk dijilati api neraka.

Yeah. Maksudku menjual wajahmu. Uh-hmm….” Heechul memegang dagu. Mengamati wajah Siwon seperti ia baru saja mengenal Siwon kemarin sore dan tersadar kalau adik kelasnya itu punya pesona terpendam.

Siwon sendiri bergidik ditatapi seperti itu.

“Mungkin bukan wajah saja. Kata-kata yang pas memang menjual tubuh. Karena aku menawarkanmu untuk menjadi model pakaian butik temanku.”

“Hah?” Siwon tergelak untuk kedua kalinya.

“Kau tahu bukan kalau aku ini model?” Ada sinar kepercayaan diri di mata Heechul saat ia berkata seperti itu. “Aku bisa saja merekomendasikan pada temanku untuk mengajakmu bekerja di sana. Aku yakin dia suka. Kau punya postur tubuh yang tidak buruk dan wajahmu juga tak buruk.”

Daripada disebut tidak buruk, sebenarnya Siwon lebih cocok dikatakan “Kau tampan sekali!” atau “Ketampananmu keterlaluan!” Tapi Siwon mengabaikan penilaian Heechul dan mengangguk pelan.

“Kedengarannya bagus Hyung.”

Heechul terkekeh ikut senang saat senyum Siwon terbit untuk pertama kalinya disepanjang hari itu.

Sebelum Siwon membungkuk sembilan puluh derajat dan mengucap terima kasih pada Heechul, ponsel Siwon bergetar.

Oh, pesan dari Joan. Bibir Siwon kembali melengkung. Kali ini memancarkan kebahagian dan rasa lega.

“Hyung, kapan aku bisa mulai bekerja?” Siwon bertanya setelah ia membalas pesan singkat Joan.

“Secepatnya. Aku akan langsung menghubungi temanku jika kau mau.”

“Itu bagus. Kalau begitu hari ini aku bisa meminjam uangmu.”

“Apa?”

Siwon tidak punya waktu. Jadi ia berdiri dan menarik Heechul untuk ikut berdiri. Meraba saku pantat Heechul dan mengambil dompet dari sana.

Heechul terlalu terkejut sampai akhirnya ia sadar kalau Siwon mengambil beberapa lembar won.

“Kau ini!”

“Tenang saja, aku akan langsung membayarnya begitu mendapat gaji pertama. Jadi kalau bisa secepatnya Hyung hubungi teman Hyung itu ya.” Siwon menepuk bahu Heechul lalu mengembalikan dompet itu ke pemiliknya.

“Terima kasih dan sampai bertemu lagi Hyung!” Siwon melambai-lambai berikut uang curiannya di tangan.

Heechul kembali duduk dengan lemas di kursi. “Harusnya tadi aku tidak membantunya,” ucapnya dengan wajah sebal.

.

Note:

Ga tahu kenapa akhir-akhir ini jadi semangat nulis o_o

Reset ini ga ada hubungannya dengan Resetnya lagu SJ. Ini murni karena kebingunganku mendapat judul lol Anggap saja Heechul telah me-reset hati Siwon *eh

Advertisements

9 thoughts on “Reset

    • halo, cherry! inget aku, kan? kamu pernah mampir di blog-ku beberapa waktu yang lalu, sekarang gantian deh. semoga kamu ga keberatan aku main-main ke sini, ehehehehe.

      dan ini…. lucu banget yaa! siwon jadi cowok dewasa yang mandiri dengan gamau bergantung ke orang tua. mana dia kan harusnya kaya banget, tapi malah ngeluh-ngeluh gegara ga punya uang. terus akhirnya malah ngejual diri… ehm, maksudnya jadi model.

      dan heechul lucu sekaliiiiii ❤ adorable-nya dia mau bantuin si siwon dalam segala hal meski akhirnya dipalakin juga buat ngajak nge-date anak orang sama si siwon ahahaha katanya ga bisa ngenyangin perut sendiri, gamau minta uang papi, eh kok malah uang orang dipalak. siwon, siwon. hahaha.

      ini fresh sekali, cherry! aku suka! kamu keep writing yaa! semangat!

      • Hi evin, maaf baru bales tengah malem *yang langganan internet cap mata panda ;A; *

        Pertama2 makasih ya udah berkunjung. padahal kita beda warna fandom haha karena jarang yang datang kalau bukan karena bias sih.

        Dan malu juga kamu kunjungi. Aku masih jauh dari kamuuuu. Pengen deh pake tema yang lebih berat githu tapi bermasalah sama research. Aku cinta banget sama nulis tapi dipertanyakan lagi status cintanya karena kacau dalam hal research-meresearch lol Mungkin aku bisa belajar dari kamu ya 🙂

        Dan Siwon, denger2 siwon waktu muda emang githu anaknya. belagu cari kerja sendiri. Dan ide cerita ini sebenernya dari perekonomian penulisnya yang sedang tidak labil sih *curhat

        Sekali lagi makasih udah berkunjung di blogku yang apalah ga jelas 😀

  1. halo cherry, emmm kayanya dulu pernah kesini tapi belum sempat baca baca. tadi pas ke blognya evin ada link ke sini aku klik deh so here i am hehe

    lucu, lucu banget. aku lamaaa banget gak baca ff suju karna gak nemu writer ff suju yg tulisannya enak tapi tulisanmu bagus bangeet. mana ini brothership gitu kan jadi aku gak harus baca yaoi xD mana ini kesannya kaya siwon anak baru gede banget trus si heechul good hyung gitu hahaha

    suka paragraf ini

    Daripada disebut tidak buruk, sebenarnya Siwon lebih cocok dikatakan “Kau tampan sekali!” atau “Ketampananmu keterlaluan!” Tapi Siwon mengabaikan penilaian Heechul dan mengangguk pelan.

    hahaha ngakak. overall keren cherry, keep writing

    • Aku haus makasih sama evin karena dia telah menghantarkan kak put ke sini haha kalian berdua luar biasaaa im admire you two so hard XD aku belajar banyak dari kalian.

      dan hee-won fic ini belum ada apa2nya sih. tapi ya, aku selalu enjoy dngn apa yng aku tulis. aku harap aku bisa meningkatkan skill nulisku 😀

      aku memang suka nulis brothership. sekali lg mkasih yah 🙂

  2. dan ini demi apa nemu ff siwon sedang dihimpit masalah keuangan?
    dan poor heechul..
    noona ffmu sangat ringan dan ngena , saya suka 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s