Heebum’s Note : Just Like That

just like that

Hari ini spesial. Seingat Heebum seperti itu. Usianya menginjak angka puluhan tepat di hari ini. Bukan hari lahir tapi sepuluh tahun kedatangannya ke rumah ini. Ia sendiri tidak tahu kapan tepatnya ia lahir. Di mana dan siapa ayah ibunya. Seingatnya ia dibesarkan di sebuah toko hewan. Diberi makan dan minum dengan baik oleh manusia. Sampai seseorang membawanya ke sini dan memperkenalkan ia pada tempat baru.

Rumah ini bukan rumah terbaik yang pernah ada. Tapi bagi Heebum rumah ini cukup nyaman untuk dirinya. Jauh lebih baik dari toko hewan yang sempit karena ia terus terkurung dalam kandang sepanjang ia hidup di sana. Sedangkan di rumah ini, ia bebas berkeliaran—hanya beberapa tempat saja yang dilarang dimasuki.

Meski semua kenyamanan rumah ini patut dipertanyakan jika sudah berurusan dengan para penghuni, terkhusus tuannya.

Tuannya sepertinya lupa kapan hari di mana ia harus memanjakannya. Sepertinya memang begitu melihat sepanjang malam tadi laki-laki itu bermain permainan komputer dengan berisik dan baru naik ke tempat tidur ketika matahari telah menyembul keluar. Tanpa mengatakan sesuatu kepada Heebum yang sepanjang malam itu juga berbaring dekat kakinya.

Cherry, si kucing betina baru yang beberapa bulan lalu resmi jadi penghuni baru rumah ini meliriknya dengan tatapan mengejek. Heebum terdiam dan menemukan dirinya begitu menyedihkan.

Ia masih diam saja berbaring di atas bantal kesukaan tuannya, mengabaikan Cherry yang memilih tidur di atas tempat tidur di sisi laki-laki itu.

“Heechul Hyung! Ayo bangun. Kita harus ke bandara setengah jam lagi.” Heebum membuka matanya dan menemukan laki-laki lain berada di kamar tuannya, sedang memaksa si tuan pemalas berdiri.

Heebum tidak tahu bandara berbentuk apa. Tapi kata itu selalu berakhir dengan tuannya yang pergi beberapa hari. Dan itu berarti ia akan tertinggal di sini dengan Cherry bersama sisa penghuni.

Oh, itu terdengar menyebalkan apalagi hari ini seharusnya ia mendapat jatah makan lebih atau diajak berjalan-jalan ke luar atau apapun hal yang menyenangkan.

Tapi sampai laki-laki itu muncul berhanduk di pinggang, berganti pakaian dan menata rambutnya di depan cermin, ia tak juga mendapat apa yang ia harapkan. Bahkan laki-laki itu tak mau repot-repot mengucapkannya selamat pagi.

Oke, Heebum pikir ia tak seharusnya berharap lebih. Sepuluh tahun ia hidup bersama laki-laki itu, ia sepatutnya lebih memaklumi.

Lamunan Heebum buyar ketika sepasang kaki itu berjalan mendekat, dan berjongkok di depannya. Heebum tidak dapat menahan semangatanya untuk menguar lagi. Tanpa sadar ia menegakkan tubuh dan mengangkat wajah menatap harap laki-laki itu.

Tapi ternyata tuannya mengangkat si anak baru, mengelusnya dan mengabaikan raut kasihan Heebum.

“Anak-anak, hari ini aku harus pergi.” Ia mengecup kepala Cherry lalu kembali melanjutkan, “Sampai bertemu tiga hari nanti.”

Seperti itu saja, sebelum laki-laki itu mengusap leher Heebum singkat dan beranjak pergi.

Sudah diduga, ia akan berakhir seperti ini. Heebum baru saja akan kembali tidur ketika laki-laki itu berucap dari luar pintu kamar

Hyung, aku sudah menyiapkan vitamin Heebum di lemari dapur. Bungkusnya berwarna cokelat. Jangan dihabiskan sekali makan karena itu barang mahal.”

“Oke oke. Tidak biasanya kau membelikan vitamin untuknya, Heechul-ah.”

Heebum mendongak. Ia tidak tahu harus bangkit dan melompat-lompat atau berlari ke laki-laki itu dan menghujainya dengan elusan kepala di kakinya.

Apa yang ia dengar barusan? Laki-laki itu membelikannya vitamin mahal? Untuknya? Hanya untuknya tanpa harus berbagi dengan si anak baru?

Kemudian suara itu terdengar lagi dan membuat setengah dari semangat Heebum surut.

“Hari ini sepuluh tahun dia datang ke tempat ini. Dia sudah tua, butuh vitamin mahal semacam itu.”

Heebum menggerung samar dan kembali memejamkan mata, membiarkan Cherry terbahak mengasihaninya

.

 —

Note:

Selamat ulang tahun Heebumnim~

10 tahun umur kucing setara dengan 56 tahun umur manusia. He’s old cat, yeah.

Jaga kesehatan dan tumbuh tualah bersama Heenim. Aku akan menangis bahagia kalau bisa lihat heebum main bareng anak-anaknya heenim di masa datang  it would be so cute yeah :,D

Rukun-rukunlah dengan cherry. Anak baru itu emang jahil, tapi namanya juga masih anak-anak hehe

Advertisements

One thought on “Heebum’s Note : Just Like That

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s