Lollipop

lollipop

⌈credit pic teukbar

Leeteuk for Lollipop

Amy suka semua hal yang berbau manis. Bandana merah manis—yang bagi Leeteuk akan terlihat lebih manis di kepala gadis itu. Gaun sewarna susu stroberi selutut kesukaan Amy—alasan lain karena Leeteuk selalu memujinya manis tiap ia memakai gaun itu. Hingga segala makanan manis, Amy suka. Gadis itu bahkan selalu menyimpan segenggam manisan di dalam tasnya.

Oleh karena itu, hari ini setelah leeteuk mengisi keranjang belanjaannya dengan barang-barang yang tertulis dicatatannya, ia segera menuju ke bagian makanan ringan. Mencari lollipop untuk Amy. Leeteuk berencana memberikannya saat gadis itu datang ke apartemennya untuk makan malam nanti.

Leeteuk tersenyum lega. Ia mendapati rak bagian lollipop menyisakan satu buah lollipop berbentuk hati berwarna pelangi. Tepat saat leeteuk akan memasukkan manisan itu, seseorang menarik-narik ujung jaketnya.

Leeteuk menunduk. Keningnya berkerut melihat seorang anak kecil menatapnya sebal.

“Paman! Lollipop itu milikku!”

“Oh, adik kecil. Maaf, tapi aku duluan yang mengambilnya.” Leeteuk tersenyum sambil memasukkan lollipop itu ke keranjangannya sebelum anak lelaki itu melompat dan merebutnya.

“Aku akan mengambilnya lebih dulu jika saja tanganku bisa lebih panjang dari ini.” Ia mengibas-ibaskan tangannya kesal. Sambil memberengut, anak itu menarik jaket Leeteuk lebih kencang lagi. “Berikan itu padaku!”

Leeteuk tersenyum kecil meremehkan. “Maaf adik kecil. Aku membutuhkannya.”

“Aku lebih membutuhkannya!”

Leeteuk mendelik, memutar kepala mengawasi ke sekeliling. Takut orang-orang akan berpikir ia sedang melakukan tindak kekerasan pada seorang anak kecil karena barusan anak itu berteriak keras sekali.

Leeteuk menekuk lututnya, menyamakan tinggi tubuhnya ke wajah kecil itu. Tangannya menepuk-nepuk anak itu lembut dan berkata lebih halus dan pelan., “Dengar, anak kecil. Banyak manisan lain di sini yang lebih enak. Jadi ambil saja yang lain, oke?”

“Aku bukan anak kecil paman tua! Dan dengar, aku mau lollipop itu sekarang!”

Leeteuk mendesah. Tidak ada cara lain lagi. Baiklah. Ini cara terakhir untuk menyingkirkan anak kecil itu. Dia tidak mau menyerahkan lollipop itu, titik.

“Hey, itu ibumu datang.” Leeteuk mendongak dan menunjuk ke balik bahu anak kecil itu. Anak kecil itu menoleh sambil menggerutu, “Tapi aku tidak datang ke sini dengan ibuku.”

Leeteuk sudah menghilang ketika anak itu menoleh ke depan lagi. Dan ia menangis keras. Kesal karena tidak berhasil mendapat lollipop dan karena ia berhasil ditipu.

“Terima kasih, Leeteuk. Aku memang membutuhkannya.”

Amy tersenyum ketika Leeteuk memberikan lollipop itu setelah mereka berdua menyelesaikan acara makan malam sederhana mereka.

Leeteuk tidak bisa berhenti tersenyum mengingat perjuangannya mendapat lollipop itu. Demi Amy ia rela membuat anak orang menangis. Oh, kejam. Tapi tidak masalah, selama gadisnya bisa tersenyum senang.

“Aku tahu kau akan menyukainya.” Leeteuk mengerling sebelum tertawa kecil.

“Ya, aku suka. Tapi sepertinya keponakanku lebih membutuhkan ini.”

“Keponakanmu?”

“Ya. Tadi ia pulang dari supermarket. Dia mengadu padaku sambil memangis, kalau seorang paman jahat merebut lollipopnya.”

“Wah.. jahat sekali,” sahut Leeteuk pelan.

Leeteuk memalingkan mukanya ke arah lain dan mendelik. Apa yang telah kulakukan?

.

 –

Note: 

Maaf, pak tua. Bagianmu ga fluff sama sekali wkwk

Advertisements

6 thoughts on “Lollipop

  1. Haha kalo Amy tahu paman jahat yang buat keponakannya menangis itu sebenarnya Teukie gimana ya reaksinya? Angel bisa jahat juga rupanya. wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s