Jealous

jealous cover-

Jongwoon for Jealous

Martha baru keluar dari kelas terakhirnya untuk hari itu. Teman-temannya sudah menghilang semua, tertinggal ia dan Donghae yang sejak tadi mengobrol seru tentang pertandingan bola semalam. Martha bukan gadis tomboy, tapi ia tidak kalah tahu soal bola.

“Menunggu lama ya?” Martha menghampiri Jongwoon dengan senyum lebar. Jika lelaki itu tidak memanggil namanya mungkin dia akan larut dalam obrolan bersama Donghae sampai sore.  Padahal ia punya janji untuk pulang bersama Jongwoon.

Lelaki itu berjalan lebih dulu di depannya. Tanpa bicara dan senyuman seperti biasa.

Martha buru-buru menyamankan langkahnya di sisi lelaki itu, “Namanya Donghae. Dia temanku sejak SMP.” Tidak ada yang bertanya, tapi apa peduli.

Jongwoon harusnya peduli!

“Oh.” Jongwoon hanya menoleh ke arahnya seperkian detik. Lalu melangkah lebar-lebar menuju parkiran. Seakan apa yang didengarnya tadi seperti, “Aku makan popcorn semangkuk besar dan jajangmyeon dan tiga kaleng soda saat menonton pertandingan bola tengah malam kemarin.” Yang mana Jongwoon tidak akan terkejut dengan kebiasaan kekasihnya ini.

“Dia teman lelaki terbaik yang pernah kumiliki.” Martha menambahkan. Melihat Jongwoon masih diam, ia makin tersulut untuk menjelaskan berapi-api.  “Dia tampan, baik hati dan lembut.”

Jongwoon mengangsurkan helm pada  Martha dan bersiap akan naik ke motornya jika saja Martha tidak berteriak kalap seperti orang gila. “Sebenarnya dia mantan pacarku! Kau dengar itu?! Dia. Mantan. Pacarku!”

Martha mengambil napas satu-dua kali sebelum melepasnya lagi, “Harusnya kau cemburu Kim Jongwoon! Aku pacarmu!”

Jongwoon memijit lehernya sambil menengadahkan kepala. Pertanda ia sedang berpikir mencari jawaban atau mungkin malah malas tak ingin melajukan lagi perdebatan yang baginya konyol ini.

Martha yang semakin dirundung kegelisahan apa-pacarku-tidak-mencintaiku-lagi melanjutkan dengan nada putus asa.

“Jadi begini rasanya berpacaran dengan lelaki batu. Tidak pernah peduli bahkan tidak punya rasa cemburu.”

Lelaki itu tidak mengucap maaf seperti yang Martha harapkan melainkan mengambil helm dari tangan Martha dan berkata dengan suara dalam, “Aku baru ingat ada urusan. Kau pulang sendiri saja naik bus.”

“Apa? Hei!” Martha ingin mengambil batu sebesar kepala Jongwoon di dekatnya, lalu melemparnya ke kepala lelaki brengsek itu, jika saja ia tak ingat ada puluhan pasang mata sedang mengarah padanya—sejak ia berteriak kalap tadi.

“Kalau kau mau tunggu silahkan saja. Tapi mungkin aku agak lama.” Tanpa menoleh lelaki itu melambai tangan, pergi begitu saja meninggalkan Martha yang rasanya ingin berguling-guling di lantai, menangis.

Di malam hari setelah meredam tubunya dalam air hangat selama lima belas menit, Martha puas lalu mengistirahatkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ada acara tv faforitnya malam ini. Bukan. Bukan bola. Melainkan drama kesukaannya—Martha tetap punya sisi feminim. Tapi otak dan tubuhnya tak ingin bergerak. Atau lebih tepatnya ia lebih sibuk memikirkan, kenapa ia bisa jatuh cinta pada lelaki se-tak peduli Jongwoon? Apa yang lelaki itu lakukan padanya hingga ia menerima ajakan pacaran? Apa dia gila? Seperti tidak ada lelaki lain yang lebih baik saja!

Matha baru saja akan meyumpahi Jongwoon ketika ponselnya bergetar di samping bantalnya dan menemukan pesan singkat dari temannya.

[Donghae]

Friday, 10.18 PM

Martha, aku tidak tahu apa salahku. Tapi tadi pacarmu datang kepadaku mengancamku untuk tidak terlalu dekat denganmu. Dia tidak membawa pisau atau senapan, tapi matanya sudah cukup membuatku takut. Sepertinya mulai saat ini lebih baik kita bicara tentang bola melalui telepon saja. Itu pun kalau pacarmu tidak menyadap teleponmu 😦

Dan Martha tidak tahu harus tertawa atau menangis setelah membaca pesan itu.

.

Note :

Thanks Radice untuk Martha-nya 😀

Jangan sungkan untuk memberikan ide judul untuk drabble fluff series selanjutnya yah 🙂

Advertisements

10 thoughts on “Jealous

  1. Hei, sorry baru muncul di sini hari ini…
    btw aku suka banget karakter mereka berdua disini… hahaha dan nggak pernah ngebayangin kalau si ikan yang bakal jadi batu sandungan Jongwoon, Keep writing dear, love ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s