Escape

cover ff - escape

⌈credit pic : xiao⌋

I wish that i could wake up with amnesia.- 

(Amnesia – 5 Seconds of Summer)

Cherry Hee © 2015

Kyuhyun terbangun ketika sorot sinar hangat itu telah menyusup melalui celah ventilasi kamar. Dari selambunya yang masih tertutup rapat, ia bisa menebak matahari sudah habis-habisan membakar siapapun di luar sana.

Dengan setengah kesadaran, Kyuhyun meraba ponselnya yang semalam ia genggam—pagi ini telah menyusup di bawah selimut. Ia menekan-nekan layar di sana, penuh harap. Dan jawabannya seperti tebakan dari sisi dirinya yang tahu diri, tak ada satu pun pesan di sana kecuali dari Kim Ryeowook—temannya yang pendek mengajaknya untuk pergi keluar, membakar kalori katanya. Persetan dengan pesan yang ia tunggu dan pesan tak penting si pendek, Kyuhyun melesakkan kepalanya balik ke bantal.

“Sial!” erangnya, lebih pada dirinya sendiri.

Bisa-bisanya dia mengharapkan sesuatu yang konyol. Gadis itu bahkan tak melihatnya saat kata putus itu keluar. Gadis itu sudah muak dengannya. Itu jelas. Dan kini Kyuhyun berharap Saera—gadis yang sudah memasukkannya dalam daftar ‘makhluk paling dibenci dan dihindari’— mengiriminya pesan singkat sejenis ‘selamat pagi’ atau ‘apa kau sudah bangun?’

Konyol!

Pesannya berdering. Kali ini panggilan masuk. Tanpa mau tahu siapa di balik sana, Kyuhyun menjawabnya kesal, “Ya?!”

“Wow wow, Chokyu. Tenang, oke? Ini bukan dari seorang penculik, ini aku Ryeowook.”

Kyuhyun terpejam tak bersuara meski di seberang Ryeowook tengah tertawa-tawa dengan lelucon tak lucunya.

“Jadi kau mau keluar, kan?”

“Aku tidak bilang iya.”

“Itu berarti tidak masalah. Oke, aku tunggu lima belas menit lagi. Ganti baju penuh air liurmu itu. Kita akan berlari.”

Ryeowook dengan ketidak peduliannya dan Kyuhyun yang tidak bisa menolak. Lagi pula ia sudah terlalu lama mendekap diantara bantal dan guling. Sejak siang kemarin sepulang kuliah, ia terus-terusan berguling-guling di kasur. Hanya bangun saat perutnya minta diisi dan  panggilan alam.

Lebih dari dua puluh menit Kyuhyun baru keluar dan mendapati Ryeowook sudah uring-uringan di depan pintu flatnya. Tanpa Kyuhyun menyahut untuk meminta maaf, Ryeowook membelokkan ucapannya ke topik lain.

“Kau terlihat berantakan.”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Bahkan jika aku berubah jadi tulang-belulang berjamur kau akan tetap memaksaku keluar.”

“Itu gunanya teman.” Ryeowook menepuk-nepuk punggung Kyuhyun. Merangkul tubuh Kyuhyun yang delapan senti lebih menjulang darinya.

“Hidup perlu dinikmati Kyuhyun. Tidak selamanya kau harus terus-terusan berduka. Keluarlah dan temukan petualangan baru.” Lalu menambahkan, kali ini dengan pekikan yang mampu membangunkan tetangga flat disepanjang lorong, “Petualangan cinta!”

“Memang kau tidak akan sepertiku kalau putus dari Jihyun?”

Ryeowook tidak menjawab. Hanya melempar tatapan menyipit yang mampu Kyuhyun terjemahkan sebagai, “Tutup mulutmu atau kau akan benar-benar jadi tulang belulang berjamur di tanganku.”

Mereka sampai setelah lima belas menit berjalan. Jam hampir menunjuk pertengahan angka sembilan dan sepuluh, tapi orang-orang masih bergerumul di sepanjang pagar sungai Han, track berlari dan banyak sisanya di lapangan basket.

Hari minggu yang selalu sibuk. Setidaknya Kyuhyun masih merasa begitu satu minggu lalu. Kyuhyun ingat betapa sibuk tiap hari minggu datang. Ia akan menjemput gadis itu. Kadang berlari sambil mengobrol kecil di tempat ini. Lain kesempatan mereka duduk santai di bawah pohon, berdempetan di atas tikar. Gadis itu bukan pemasak yang ulung seperti ibunya, tapi dia selalu memamerkan bekal untuk mereka santap bersama. Seperti piknik mingguan yang menyenangkan.

Dan Kyuhyun ingat jelas di luar kepala, ketika sinar matahari pagi bersengit menyinarinya dan angin musim panas menerbangkan aroma shampo rambutnya. Pemandangan harian yang tak juga membosankan.

“Dia datang ke sini juga ternyata.”

“Huh?” Kesadarannya belum terkumpul penuh ketika ia menengok ke arah yang Ryeowook tunjuk. Ke seberang lapangan di mana beberapa gadis berkumpul, kelelahan habis berlari.

Kyuhyun harap penglihatannya keliru. Karena tidak mungkin gadis itu tersenyum seringan itu, tertawa sebebas itu, seakan wajah murungnya kemarin hanya topeng kebohongan.

Kyuhyun mengernyit tak percaya, ketika Ryeowook menimpali dengan deraian tawa mengejek. “Lihat Chokyu, dia bahkan lebih kuat darimu.”

Gadis itu terlihat baik-baik saja. Dan Kyuhyun merasa ia jadi anak lelaki paling menyedihkan sedunia.

Bisakah sekali saja Tuhan membuatnya amnesia?

.

-.-.-

Note:

Oke, mereka putus?! previous story mereka bisa jadian bisa lihat sini. Tapi jika sewaktu-waktu aku buat vesi jadian lain bolehlah xD

Padahal kemarin udah niat bakal nulis drabble manis untuk beberapa minggu ke depan, tapi setelah ada seorang teman tengil yang menggoda dengan lagu Amnesia-nya 5SOS yeaaah saya tergoda LOL 

Apa ini butuh sudut pandang dari si Saera? 

ps: lagunya ga lebih enak dari Heartbreak Girl tapi bisalah untuk melahirkan ide ini. Well, its still nice at all. Recommend this song to you guys 😀

pss: flashfic yang terlahir dari Heartbreak Girl 5SOS bisa dibaca sini

Advertisements

10 thoughts on “Escape

  1. Kadang perempuan yg habis putus bisa tersenyum tu krna dia pakai topeng .. wlw awal’a dia terpuruk ..

  2. penasaran mereka putus karena apa? Kyu yg terlalu cuek atau apa?
    yah memang perempuan selalu terlihat lebih ‘kuat’ dibanding laki-laki XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s