Lina

9-14-rainy-day

Lina

Cherry Hee © 2015

.

Lina meringkuk di atas sofa. Berhadapan dengan jendela besar yang memperlihatkan halaman belakang. Wajahnya menantang sinar hangat pagi itu.

Hari cerah, selalu mengingatkannya pada semangatnya yang selalu timbul lebih tinggi. Jauh ditahun-tahun sebelumnya, Lina melatih dirinya tiap pagi di sebuah studio tari. Tidak ada hal yang lebih ia cintai dari menari. Ia mengerahkan semuanya; tubuh, waktu, dan peluhnya untuk menjadi seorang penari.

Menari yang sangat dicintainya itu juga yang mempertemukan dirinya dengan seorang lelaki. Mereka bertemu sebagai rekan kerja. Lelaki itu, seorang penyanyi ternama dan Lina dipilih sebagai penari pendamping. Mereka mendapat penampilan solo. Lelaki itu akan bernyanyi dan menari bersama dirinya.

Hari-hari latihan terlewati dengan begitu menyenangkan. Lina menikmatinya. Bagaimana lelaki itu selalu mencurahkan tenaganya meski ia juga memperlajari banyak gerakan lain. Di tiap latihan mereka, lelaki itu dengan lembut selalu memberinya perhatian kecil.

“Apa kau pusing?” dia bertanya ketika Lina harus diangkat olehnya dalam sebuah pelukan lembut setelahnya mereka berputar beberapa kali.

Lina hanya menggeleng malu. Itu memang sama sekali tak sakit. Lelaki itu memperlakukannya baik sekali.

Disetiap kesempatan, lelaki itu memberinya semangat. “Kau berlatih dengan baik.”

Lina sudah banyak bekerja dengan para penari dan artis lelaki. Tapi untuk pertama kali dalam hidupnya, Lina merasa bersyukur bisa bekerjasama dengan lelaki satu itu.

Sampai di pertunjukkan sesungguhnya, Lina dapat melihat betapa banyak penggemar lelaki itu. Mereka berdesakan memenuhi gedung. Itu penampilan Lina kesekian puluh, tapi ia tak bisa mengabaikan jantungnya yang berdentam-dentam.

Dan tanpa diharapkannya, lelaki itu datang. Berdiri di sampingnya dan menepuk pundaknya sambil berkata, “Semua akan baik-baik saja. Selancar latihan kita sebulanan ini.”

Senyuman lelaki itu membangkitkan keberaniannya lagi.

Dalam sebuah tarian berpasangan, dua hati yang berbeda harus bersatu. Saling percaya dan yakin dengan gerakan masing-masing.

Di atas panggung di bawah sinar lampu, mereka bergerak seirama dalam satu lagu. Suara teriakan gadis-gadis penggemar menghilang dari pendengaran Lina ketika lelaki itu mengangkatnya dan berputar dalam sebuah pelukan.

Terakhir. Lelaki itu mencengkeram pinggangnya lembut. Wajah mereka berdekatan dengan tangan saling bertaut. Lina masih dapat mengingat wangi napas lelaki itu. Hangat napas mereka bersatu dari jarak beberapa senti.

Pertunjukan dua menitan itu berhasil meletupkan harapan Lina. Harapan bahwa lelaki itu juga menyimpan rasa yang sama seperti dirinya.

Tapi harapan itu harus berakhir setelah beberapa bulan kemudian lelaki itu mengumumkan pernikahannya dengan seorang gadis yang bagi Lina sangat beruntung.

“Lina, apa kau sudah memandikan Sunghwa?”

Lina mengenyahkan pikirannya dan berbalik. Mendapati lelaki itu berdiri dengan peluh, habis berlari pagi. Keadaan yang sama saat terakhir dulu mereka menari.

“Ya. Aku juga sudah memberinya makan. Tapi dia balik tidur lagi. Aku tidak tega membangunkannya. Tapi setelah dia bangun nanti aku akan mengajaknya bermain.”

Lelaki itu mengangguk puas. “Terima kasih.”

Lina terus memperhatikan sampai lelaki itu berbalik dari atas tangga.

“Oh ya, besok kau boleh istirahat di rumah.”

“Ya?”

“Kami akan berlibur ke luar kota.”

“Baiklah.”

Lina menatapi punggung itu menghilang sambil membodohi dirinya yang tak tahu diri. Ia rela membagi waktu menarinya demi mengurangi jarak dengan lelaki itu.

Lina tak mengharapkan apa-apa lagi. Karena sedekat apapun jarak Lina pada lelaki itu, masih kalah dekat dengan kata kami. Kami— milik lelaki itu, istrinya dan Sunghwa, bayi perempuannya.

—-

Note: 

Tebak Lina kerja apa di rumah lelaki itu. Hahaha.. aku ga terlalu suka menumpahkan semua dengan kasat mata. Jadi tebak aja sendiri hehe

Anyway, im talking about thiiiiis. Sungmin best solo performance eveeeeer  

Advertisements

8 thoughts on “Lina

  1. jadi baby sitter ??? emang khas kamu. kata”mu gak apa y istilahnya. gak gamblang. pembaca harus mencari sendiri apa itu … hahahaha tapi q suka tulisan kayak gt . . .
    d awal baca q bayangin diriku sendiri menari dg lelaki entuh haha >,< ….. sayang sekali endnya gak sesuai harapan lina… kayaknya kamu suka bangt bkin cerita yg sad ending -,-

  2. q baru sadar . apa yg kamu maksud lelaki itu sungmin ???? kami maksudnya sungmin sama saeun ??? astogeehhh …q baru nyadar pas dngerin suara umin d lagu don’t leave me hahahaha …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s