[Her Brother] Sunny Sunday Morning

autumn_tea_by_kendellshanklin-d4lmyy0

(credit pic by kendellshanklin)

Her Brother Series:  Sunny Sunday Morning

Cherry Hee © 2015

Di minggu pagi yang terang, kakaknya tidak bisa tenang..

.

Cheryl menyandarkan punggungnya ke sofa setelah memastikan semua terkendali sesuai keinginannya. Televisi yang memutar drama, remot di sisi kiri dan semangkuk raksasa isi popcorn di sisi lain. Berikut setumpuk novel dekat jangkauan tangannya yang akan jadi sasaran jika ia bosan pada drama di layar.

Lupakan apa itu tugas jika hari menyentuh awal minggu pagi.

Cheryl bisa saja keluar menikmati udara segar. Satu sekop es krim juga tak buruk. Tapi di luar matahari terlalu terik. Padahal hari masih pagi. Bagaimana dengan siang nanti. Cheryl belum mau terbakar jadi hitam. Sebenarnya dia bukan gadis yang peduli pada kulit. Tapi biarlah kali ini itu jadi alasan di samping ia malas untuk jalan keluar.

“Hup!” Tiba-tiba satu mahluk muncul dan melemparkan diri di samping Cheryl. Disusul suara “Auch!” sambil menggaruk pantatnya yang baru saja menimpa novel-novel malang.

“Hey!” Cheryl memprotes. Kakak lelakinya itu datang dengan tidak tenang lalu seenaknya melempar novel-novelnya sembarangan. “Itu buku, bukan sampah!”

Heechul tak peduli. Ia lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Cheryl. Cheryl tidak terima. Ia mencoba mengenyahkan kepala kakaknya dengan menggoyang bahu. Tapi lelaki itu tak mau menyingkir juga.

“Apa-apaan?! Jangan ganggu aku!” Cheryl mengerang. Jika saja di rumah ada ibu, dia sudah berteriak meminta pembelaan. Tapi seperti biasa dua orang tuanya sibuk keluar. Dan Cheryl harus melawan kakaknya dengan kekuatan sendiri.

“Aku sedang menemanimu bermalas-malasan. Jadi, diam!” Heechul memunguti popcorn di pangkuan adiknya. Pura-pura tak dengar ketika adiknya mendengus kesal.

Mereka terduduk seperti itu untuk beberapa saat. Sampai drama melewati adegan di mana tokoh pria mencium kekasihnya, suara Heechul menyela kencang. “Cherry-yah! Cherry! Cherry! Di mana kucing itu?”

“Carilah dan menyingkir dari sini.”

Heechul bangkit menegakkan punggung. Suara kasar adiknya barusan sedikit melukai hatinya. Ia berdiri limbung. Agak linglung ketika pikirannya melambung jauh ke tahun-tahun dulu.

Cheryl masih diam di tempat. Menebak-nebak apa barusan ia bertindak keterlaluan. Meskipun ia sudah terbiasa tidak memanggil Heechul dengan sebutan ‘oppa’ atau berbicara lemah lembut apalagi bertingkah imut, dari hati terdalamnya ia selalu merasa menyesal. Rasanya ia jadi adik yang gagal.

Tapi mau bagaimana lagi. Itu wataknya. Dan Cheryl menyerah pada wataknya—dalam artian lain ia tak mau mengubahnya.

Heechul kembali lagi. Kali ini tidak menempeli bahunya. Ia juga tidak membawa Cherry, kucingnya. Di tangannya ia bawa album keluarga mereka.

“Dulu aku punya seorang adik.” Heechul membuka-buka lembar demi lembar dengan senyuman. Sambil terus berdialog, “Dia manis sekali.”

Cheryl mencoba mengabaikan. Ia terus memakan popcornnya, berusaha untuk tidak menyahut, ‘tentu saja aku manis!’

“Ketika aku mencoba memakan lengannya karena lapar, dia tidak menangis.”

Cheryl mengepalkan tangannya di balik bantal. Sayang sekali ia tidak mengingat kejadian itu. Jika ingat, ia pasti sudah membanting tubuh kakaknya dari dulu.

“Bahkan saat aku menggigit pipinya yang berlumuran bubur, ia tetap tidak menangis. Begitu juga saat teman-temannya mengganggunya. Mengatainya liliput karena dulu ia terlihat sangat kecil. Dia sama sekali tidak takut untuk membalas anak-anak yang menggangunya.”

Untuk kali ini, Cheryl tidak lupa itu, saat teman-temannya meneriakinya liliput.

“Dia menjawab. Kakaknya akan marah jika tahu dia diejek seperti itu. Kalau kakakknya sampai marah, ia bisa memakan dan menggigit mereka.” Tawa Heechul meledak. Ia memegangi perutnya sambil berusaha berkata, “itu perkataan paling konyol yang pernah kudengar dari anak umur empat tahun.”

Muka Cheryl semerah tomat. Ia menyahut garang, “Adikmu dulu pasti bodoh. Tapi aku percaya sekarang dia sudah pintar.”

“Kau benar. Terkadang aku merindukan adikku yang bodoh tapi manis. Dia anak kuat dan manis yang selalu bercerita pada teman-temannya tentang kakaknya yang seperti monster agar mereka takut padanya.”

Dari samping, Cheryl dapat melirik senyum kakaknya yang masam. Membuat selera makan dan menontonnya jadi hilang.

Ada jeda sejenak di mana Cheryl dengan pikirannya yang kosong dan Heechul yang membolak-balikkan halaman tanpa bersuara lagi. Tidak ada yang bicara di situasi canggung itu.

Cheryl akhirnya menyerah. Ia meletakkan mangkuk popcornnya dan mematikan drama yang tak lagi ia minati.

“Ayo keluar.”

“Apa?”

“Piknik kecil-kecilan di taman.”

Heechul mendongak memperhatikannya ketika ia mulai bergerak keluar masuk dapur. Satu termos susu dan dua mug kecil. Beberapa potong roti dan selai. Sosos dan saus.

“Kita cuma punya ini.” Cheryl memasukkan semuanya di ranjang piknik mereka. Terakhir ia berseru dari balik lemari pendingin. “Dan wow! Sebutir apel untukku.”

“Oke. Asal Cherry boleh ikut.”

“Apa?! Tidak. Tidak boleh.”

“Dulu adikku tidak pernah membenci kucing. Bahkan waktu Heebum mencakarnya dia tidak—”

“Oke, terserah!”

“Baiklah aku akan menyiapkan sepedanya.” Heechul terkekeh senang. Ia baru tahu kalau adiknya lemah pada masa lalu.

Oh, manis sekali.

.

 —

Note:

Terkadang aku ingin berhenti menulis melihat orang-orang disekitarku begitu hebat dengan dukungan banyak di belakang mereka. Sedangkan diriku dengan blognya yang masih muram-muram saja setahunan ini.

Tapi tiap kali mengingat tidak ada hal hebat yang membuatku percaya diri kecuali menulis, aku tidak ingin jadi sesuatu yang tidak berguna. Jadi aku terus menulis, karena ini satu-satunya hal yang bisa kutunjukkan bahwa aku bisa dan ada.

Sebelum bulan ini berakhir aku punya satu misi. Meski semakin sibuk sama laporan pkl, aku pingin nyelesaian misi ini sebelum ke misi yang lebih besar.

Ada atau tidaknya dukungan itu tak apa. Roda terus bergerak tanpa ada dorongan di belakang, karena kitalah pengendalinya di depan. 🙂

 Dan satu lagi.. kenapa Heechul harus menamai kucingnya cherry?! Tiap mendengar dia memanggil cherry saya meleleh :,( *berasaterpanggil *plak

Advertisements

9 thoughts on “[Her Brother] Sunny Sunday Morning

  1. semangat kak~ 🙂 oh ya, ada ff kakak yg kata2nya sama ama aku, hehe yg itu kau, yg memanggil namaku semerdu lagu, aku rencana mau post cerita itu kmrin tp gk jd krna liat sama dgn punya kk, jd mau mnta ijin ceritanya 😀 tp aku buatnya sblm liat punya kk kok 🙂

  2. hahaha jadi kau kucing ???
    “sini maniiisss…. ikut aku jalan-jalan yuukkkk.” (dan cherry pun menggoyangkan ekornya lucu)
    “kau pintar.” (elus kepala cherry)
    misi apa itu ???? ….
    apa yg jadi permaslahn adlah blog kamu yg sepi pengunjung ??? makanya kamu sempet pengen brenti nulis ???

    • ada cherry kucing, ada cherry manusia. km manggil yng kucing ==;
      iya, kadang liat yng lain cepet rame jadi pengen kkk
      klau aku katakan takutnya gagal haha dan well, ga ada hubungannya sama blog sepi.

      • tapi kamu merasa terpanggil kan hahaha…..
        aku juga kadang heran. ff kamu bagus. ngena banget jg ….
        ok …. sebuah misteri misi apa itu…semoga cepet nongol hehehehe ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s