Little Precious

chulove

Little Precious

Cherry Hee © 2015

His precious little one….

.

“Sunghwa, berhenti menjilati meja…. Sunghwa, jangan memanjat tembok! Sunghwa kenapa kau melompat-lompat di depan jendela?”

Satu jam penuh itu Ryeowook tidak bisa berhenti mengomel. Ia lelah. Lelah sampai rasanya mau menyerah dan pergi ke kamarnya untuk merendam kepalanya dengan air hangat. Tapi si kecil yang sedang belajar berdiri dan tidak bisa berhenti merangkak ke sana ke mari itu tidak bisa diabaikan begitu saja. Makhluk kecil itu lebih usil dari Heebum. Dia memegang apa saja yang ditemuinya—termasuk Heebum—dan hampir menggigitnya jika Ryeowook tidak meneriakinya.

Ryeowook terduduk di lantai. Kepalanya bersandar di lengan sofa. Si kecil itu sedang bermain entah dengan apa di sudut ruangan, Ryeowook jadi punya kesempatan untuk memejamkan mata meski sejenak. Sebelum suara itu lagi-lagi mengganggunya.

“Papapapa..,”

Sunghwa kali ini meracau. Ryeowook membuka setengah matanya dan menemukan gadis itu sedang mengangkat sebuah barang dengan kedua tangannya di atas kepala. Sunghwa menunjukkan benda itu dengan senyuman lebar tanpa gigi miliknya.

Ryeowook yang panik langsung mendekat. “Ya ampun Sunghwa! Jangan pernah menyentuh stik kesayangan milik Kyuhyun. Dia akan membantingmu seperti dia membantingku dulu.”

Ryeowook buru-buru merebut stik itu dan mengembalikannya di tempat semula dalam posisi yang sama. Kyuhyun kadang terlalu pintar untuk mencium pelaku yang baru menggunakan stiknya hanya dengan melihat perubahan posisi benda itu.

Ryeowook lalu mengangkat gadis itu. Tubuhnya tidak terlalu gemuk membuat Ryeowook senang untuk menggendongnya. Seperti tubuh Sunghwa pas untuk dipeluk.

“Kau membuat paman lelah, kau tahu?” Sunghwa tertawa sambil memainkan anak rambut Ryeowook. Mata gadis kecil itu sudah tidak selebar tadi. Beberapa kali ia meletakkan kepalanya di bahu Ryeowook, kelelahan.

Ryeowook mengerti, ia pun mengambil satu bantal sofa yang bergambar dirinya dan meletakkan Sunghwa di atasnya. Posisi Sunghwa tengkurap meski beberapa kali Ryeowook membalikan bayi itu untuk terlentang.

“Apa kau suka tidur dengan posisi seperti ini Sunghwa? Tidak feminim sekali kau ini.” Ryeowook terkikik. Dan beberapa saat kemudian ia terduduk kaku. Antara takjub dan bahagia melihat bayi itu memejam matanya damai.  Bibirnya bergumam entah bersuara apa. Sesekali tersenyum dengan tangan yang menggapai-gapai sesuatu. Kakinya tetap tenang menekuk, posisinya masih tengkurap di atas pangkuan Ryeowook.

“Apa yang bisa kulakukan jika kau semanis ini? Dasar bayi,” desah Ryeowook putus asa. Ia pun menepuk-nepuk pipi bayi itu pelan. Terlalu gemas.

“Aku pulang Baby!” Derap kaki-kaki terdengar dari pintu depan. Suara langkah itu seperti tidak sabaran mendekati ruang tengah.

Baby–” Sungmin terhenti menemukan bayinya tertidur damai di pangkuan Ryeowook. Di belakangnya Shindong memandangnya tak percaya. “Mengingat Sunghwa yang super aktif dan apa yang kulihat sekarang.. hanya.. wow Ryeowook!”

Ryeowook  tersenyum malu-malu. “Dia tertidur begitu saja Hyung.”

Sementara Shindong menyiapkan makanan yang baru saja mereka beli, Sungmin meletakkan barang beliannya dan duduk bersama Ryeowook. Ia mengambil bayinya dengan gerakan lembut. Memeluknya lalu menimangnya. Ia beralih ke Ryeowook lagi dan menunjukkan wajah bersalahnya. “Oh, baby. Apa kau merepotkan paman Ryeowook?”

“Sangat.”

Melihat seraut penuh salah milik Sungmin yang semakin bertambah membuat Ryeowook mengganti wajah kesalnya dan senyum lembut. “Tidak apa. Sunghwa manis Hyung. Aku jadi tidak bisa membencinya.”

“Jangan khawatirkan Ryeowook, Sungmin-ah.” Shindong muncul dari dapur membawa setumpuk mangkuk beserta alat makan lainnya. Ia melanjutkan lagi setelah duduk di depan kedua temannya. “Tidak ada yang salah jika kau berkunjung ke sini. Lagi pula Ryeowook sudah pantas untuk belajar bagaimana menjaga bayi.”

“Tidak ada yang salah. Tapi masalahnya kau bahkan belum mengajariku bagaimana menjaga istri Hyung,” tuding Ryeowook main-main.

Sungmin terkekeh geli. “Kau perlu mencarinya terlebih dahulu.”

“Aku tidak punya waktu mencarinya. Aku terlalu sibuk bekerja.”

“Kali ini kau bisa beralasan seperti itu karena kau masih sendiri. Tunggu saja jika nanti kau sudah menemukan yang tepat. Kau akan tahu rasanya.”

“Akhir-akhir ini aku cukup frustasi memikirkannya Hyung.”

“Apa?”

“Di mana ya istri masa depanku sekarang?”

Tawa shindong meledak tak tertahan dan terbatuk-batuk tersedak makanan. Sekilas Sungmin melirik Sunghwa yang tidur tengkurap di sofa, sama sekali tidak terusik dengan suara berisik di sekitarnya. Sungmin mengulas senyum. Ia berdoa semoga suatu saat nanti semua orang dapat merasakan kebahagiaan seperti apa yang ia dapat sekarang.

.

Note:

Sebenernya ini topik kuno untuk diangkat lagi. Aku berusaha untuk bungkam di blog, tapi melihat beberapa orang masih bersemangat mengangkat topik ini dengan seribu cacian mereka, aku akan bicara di sini sekarang.

Aku menghargai sakit hati kalian. Aku menghagai kalian yang pergi dan mengabaikannya sejak saat itu. Aku menghargai caci maki kalian padanya atau pun pada wanitanya.

Tapi melihat beberapa orang memperlakukannya buruk. Mengedit dan menghilangkan foto Sungmin yang berbaris bersama member. Mengolokinya dan menyuruhnya untuk keluar dari grup dengan bahasa korea. Dan kebodohan sebagian orang-orang internasional yang meretweet tanpa peduli ada yang janggal di foto itu, membuatku sakit.

Aku tidak peduli jika beberapa orang akan mengatai orang sepertiku adalah golongan sok tegar, sok dewasa, dan sok-sok lainnya. Aku tidak ambil omongan mereka. Melihat banyak orang yang membencinya membuatku semakin mencintainya. Aku ingin berdiri di sampingnya, seperti apa yang telah kulakan sepanjang waktu sebelumnya. Aku memilih mendukungnya karena maaf, aku tidak menemukan alasan untuk berhenti mencintainya.

Sikapku akan sama bahkan jika yang kemarin menikah adalah Kyuhyun, Yesung atau lainnya. Aku akan tetap orang yang sama, yang menyukai mereka apa adanya dan menghargai pilihannya.

Terima kasih untuk yang masih mau bertahan untuknya. Terima kasih untuk yang mau memberinya semangat.

Dan kuharap Sungmin tidak terlalu bodoh untuk peduli pada omongan kejam tentangnya. Ia pantas bahagia. Dengan atau tanpa persetujuan mereka yang mencacinya.

ps: Saeun hanya punya akun facebook. Bagi mereka yang menyampah di twitter atau di instgram aku tidak peduli. Teruskan karena kalian salah sasaran :p

Aku punya akun wattpad, berkunjunglah jika kalian punya waktu lebih ^^ Cherry Hee on wattpad


					
Advertisements

18 thoughts on “Little Precious

  1. q tersentuh sama semua note-mu…. aku bukan membenci sungmin. aku cuma merasa suasana jadi berbeda. terlebih hampir kebanyakan elf ngomong kalau sungmin berubah .sungmin berubah jadi dingin semenjak nikah. aku gak tau pa itu bener apa gak. aku belum liat secara langsung soalnya.
    tapi. sampai saat ini aku masih menyukai sungmin. aku gak pernah punya pikiran buat nyingkirin dia dari sj. q cm berdoa supaya nanti sikapku masih sama jika itu kyuhyun.
    (intinya aku setuju sama kamu)

    • mungkin lebih tepatnya dia lebih cool kali ya. dia jarang aegyo kalau di airport. kemarin di super show terakhir dia masih bisa senyum dan main aegyo kog hehe. kmrin dia baru ke wiki dan dia masih bisa ketawa bareng fans dan ngasih tanda tangan cuma2. 🙂
      i hope so~

  2. dear, kamu membuatku memikirkan sesuatu….
    dimana suami masa depanku? Hahahahaha
    okay,
    aku jadi pengen cepat liat Ming punya baby, pasti bakal seimut bapaknya…

  3. Yeay! setuju, kak^^
    Kalau dipikir ulang, itu pun percuma. yaaah… meski aku pas denger suaranya pas nyanyi agak sesek sih :p
    awww~ cerita yg manis^^
    Tapi, waktu aku baca kata ‘gadis’ agak janggal. Menurutku sih itu lebih pas gambarin karakter yg udah gede. hihihi… cuma pendapat lho 😉

    Keep writing, kak! ^^

  4. Duuuhhh, manisnya. Penasaran nih kalo sungmin punya baby bakal kayak gini gak, ya? Lucu juga sih kalo punya baby gitu apalagi yang udah bisa merangkak plus belajar berdiri. Heboh sendiri. Kkkkkkkkkkkk~

    oh ya, aku juga setuju sama kakak. Aku termasuk orang yang setuju Sungmin nikah. Kan aku cuma fans, gak berhak ngelarang Sungmin. Dia bahagia aja udah cukup. 🙂 sebenernya kasian sama Saeun yang dibash mulu.

    • hello vera.
      hehe iya, ga sabar nih kayak gimana muka bayinya min nanti. tapi kelihatannya harus tunggu dua tahun lagi huhuhu
      iya, makasih sudah mendukung dia 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s