Black Night

shou

Cherry Hee © 2014

Black Night

Shou pernah bertanya pada ibunya kenapa hujan selalu terlihat sendu. Semakin lama ia memandang, semakin sedih rasanya. Seakan mendung dilangit itu menular. Membuat hatinya segelap awan.

Malam itu Shou tercenung di balik meja kerjanya. Matanya tak lagi menatapi dokumen berisi kata-kata membosankan, tapi berbalik menoleh ke arah jendela. Air dari atap jatuh deras, membuat embun-embun halus menempel di kaca.

Samar, Shou dapat melihat bayang wajahnya tercermin di sana. Untuk pertama kalinya, raut dingin dan tak peduli yang membungkus wajah itu tersingkir oleh raut terluka.

Shou masih terdiam di kursinya ketika pintu ruang kerjanya terbuka.

“Sudah hampir jam tidur Tuan Muda. Apa anda tidak ingin makan terlebih dahulu sebelum tidur? Anda sudah melewatkan jamuan sore dan makan malam hari ini.”

Shou tak menjawab. Ia tahu pelayannya masih berdiri di sana, setia menunggu perintahnya. Maka Shou berbalik, memandang wajah lelaki berkulit pucat itu lekat.

“Kau selalu memenuhi semua perintahku, kan?”

“Tentu Tuan.”

“Aku ingin sesuatu.”

“Apa yang bisa saya lakukan untuk Tuan Muda?”

“Balikkan waktu. Aku ingin melihat kedua orang tuaku,” ucapnya serak.

Dada Shou mendadak sesak. Sekuat hati ia menahan air yang mulai merembes dipelupuk matanya. Sejak hari mendung di mana ia kehilangan dua orang terpenting dihidupnya, Shou punya tekad, ia tak ingin terlihat lemah di depan siapapun, meski itu di depan seorang pelayan.

“Tuan Muda.” Sekilas Shou menangkap wajah terkejut dari lelaki itu. Tapi segera berubah dengan wajah ramah dan lengkung kecil di sudut bibir.

“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa melakukannya Tuan. Jika ada, maka rasa rindu tidak akan pernah tercipta. Pernyesalan tidak akan ada.” Pelayannya menunduk rendah dengan sopan, kemudian menambahkan. “Kedua rasa itu bagian dari kehidupan. Bukan untuk memberi luka, tapi juga pelajaran di masa mendatang.”

Shou tidak sepenuhnya paham karena kini pikirannya seburam matanya yang berkabut. Tapi ia memaksa senyuman pada pelayannya. Senyum tulus pertama hari itu.

“Terima kasih, March.”

Note :

Perkenalkan Shou (Shougo Sakamoto. ps: sebenernya beberapa ada yang nulis Shogo Sakamoto, tapi karena aku lebih suka manggil dia Shou, yah terserah aku kan yah *plak*)  Aku fan barunya Shou! \O/

Shou itu anak kelahiran 93 (SAYA 94 ps: dicapslock biar jelas) Dia memainkan peran sebagai Ciel Phantomhive di Black Butler Musical. Pertama dia muncul di tengah bangku penonton, air mata haru ini tak lagi terbendung rasanya(?) Sudah jatuh hati sama Ciel diversi manganya, ini nemu yang real langsung nemplok dihati.

Jujur saja, Shou bukan Ciel terbaik dari ketiga Ciel yang pernah ada (Black Butler Musical sudah dibuat 3 sesi di jepang). Sebagai Ciel, aktingnya kurang dingin dan tegas. Dia juga kurang pendek (Ciel di manga pendek karena masih berumur 12 tahun) Tapi apalah daya, mukanya yang unyu tingkat dewa mengalihkan semuanya T^T

Oke cukup!

Untuk March diambil dari Yuya Mastushita yang memerankan tokon Sebastian Michaelis tiga kali berturut-turut~

Sebenernya mau make cast Ciel dan Sebastian, tapi karena aku pribadi belum kenal luar dalam jalan cerita manga ini, jadi pake nama karanganku, hehe

Oke, saya mau tidur. Kalau ada yang penasaran dengan Black Butler Musical atau muka unyunya Shou tonton di sini Full Engsub! Meski agak kesusahan karena orang jepang ngomongnya cepet bingit kkk

black_butler_by_ciellionclaw-d3fbv2b

Musical

Advertisements

6 thoughts on “Black Night

  1. Waaaaah kak cherry aku datang xD haghag
    Pas bacanya sih aku tetep bayangin sosok ciel dan sebastian haghag. Soalnya ceritanya menggambarkan mereka bgt kak. Ciel yg galau plus suram gtu krn yatim piatu tapi banyak harta *alah* dan sang butler yg setia menemani.
    Eniwei i ♥ this kaaak

    Aku setuju ama kakak. Shou emg kurang pendek ya, jadi agak gmna gtu.u

  2. whahaha….. pelayannya tua yg d manga ……
    pengubahan nama ajane ama banca’an cher *loh hahaha . kmu main ubah-ubah ajha untung shou-nya unyu *abaikan
    pict yg d atas sendiri kayak orang korea y …..

    • itu emang muka sebastian di manga tua *plak
      sebenernya aku masih punya pic unyunya shou, tp ntar takut banyak yng kecantol xD
      yep, orang korea sama japan emang agak mirip sih. kkk

      • kyknya keren yg d manga sebastiannya hahahaha *maavkn saia
        kalo punya d bagi kek. q kn jg pengen lyt yg unyu”. cari penyegaran selain kyupil *dcekek kkkkk
        eh q kirain bakal da ff umin. trnyta gk da….

      • yng versi realnya lumayan keren kog. kalau dilihat dari pic ini emang ga keliahatan gantengnya tp aslinya keren kkk
        ok aku share flashfic lagi soal dia haghaghag anggap aja shou sebagai penyegaran diantara muka tuanya kyu(?)
        ff umin ada sih >< sebenernya bnyak yng pengen ditulis tp bingung mana dulu haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s