Two People

lazy_hour_by_turquoisegrrrl-d4qtygn

Cherry Hee © 2014

Ketika kau membiarkan waktu berjalan dan orang-orang silih berganti peran.. tapi berharap dia yang ada di depanmu terus tinggal untuk menemanimu….

.

Sambil menerawang jauh pada lautan yang dikecupi layar-layar putih perahu yang mendekat pulang, gadis itu memutar akan tahun-tahun yang ia lewati. Hampir dua puluh tahun, bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Datang dan pergi, orang lama dan baru silih berganti.

Dia ingat wajah-wajah teman semasa kanak-kanaknya, meski beberapa ia butuh waktu untuk kembali mengingat nama mereka. Begitu pun pada wajah guru-gurunya, penjual jajanan pinggir jalan kesukaannya, dan penjual mainan baik hati yang sering memberinya bonus terompet tiap tahun baru datang.

Jauh dari itu semua, ada orang terdekat yang ia sadari perubahannya dan paling tidak ingin ia lihat berubah. Ayahnya. Tapi seperti yang telah ia perhatikan, bagaimana waktu memutihkan satu, dua helai rambut ayahnya, dan sebagaimana mengusamkan kulit wajahnya, ia tak bisa berbuat apa-apa. Sama tak kuasanya ia ketika ayahnya menyimpan foto ibunya di laci dan memajang foto baru dirinya dan wanita lain di dinding kamar. Sekeras apapun mencoba, ia masih tak menemukan jawaban bagaimana ayahnya bisa menghapus bayang ibunya dan memilih mengisi hati dengan orang baru itu.

Perubahan-perubahan menyakitkan, berbekas meninggalkan kenangan yang hanya dapat dikecap oleh rindu. Ia kembali bertanya-tanya bagaimana orang-orang di luar sana berubah seperti itu. Dari cinta kebenci. Dari dekat kejauh. Dari kenal keasing.

Ia harap ia akan selalu jadi penonton. Tak ingin jadi peran apapun dari sekelompok orang-orang aneh itu. Biarlah ia duduk tenang di bangku penonton, menertawai mereka yang saling melupakan.

Dermaga telah dipenuhi perahu, ketika sesosok lelaki mendekat ke tempat ia duduk.

“Di sini kau rupanya. Aku datang ke flat-mu tadi.”

“Ada apa?”

“Kau lupa kemarin kita janji untuk mengerjakan tugas bersama.” Sambil berucap seperti itu, lelaki itu mulai mengeluarkan buku-buku dari tasnya yang menggemuk. Menumpuknya di atas meja. Mengurutkan dari tugas mana yang harus mereka kerjakan terlebih dahulu.

“Oh.” Hanya membalas singkat, gadis itu menghadapkan wajahnya pada angin laut. Kembali mengalihkan pandangnya kepada para sekelompok nelayan yang mengangkut hasil tangkapan dalam tong-tong besar. Saling menyapa sekawanannya yang tengah memilah-milah ikan mereka.

Menyadari gadis itu mengabaikannya dan memilih bersedeku dengan raut berpikir, lelaki itu tergelitik untuk bertanya. “Ada masalah?”

Seperti tersentak, ia kembali lurus menatap lelaki di depannya. Mendapati wajah lelaki itu menatapnya balik dengan wajah penasaran bercampur khawatir. Tepat detik itu, ia berniat untuk tak lagi jadi penonton. Tidak lagi jadi orang yang menunggu orang lama pergi dan orang baru datang. Dia ingin mendapat peran juga. Dia ingin jadi orang yang menahan lelaki itu berubah. Jika pun tak mampu, jika suatu hari nanti lelaki itu berubah entah jadi sosok asing yang tidak pernah ia kenal sebelumnya, ia berharap bisa menahan lelaki itu untuk tetap di sampingnya. Menemaninya yang sudah banyak kehilangan orang-orang tersayang.

Note:

Random hehe hehe

Two People diambil dari lagu yang dinyanyiin Kyuhyun dan idola abadinya, yang semalam videonya bertebaran di timeline kk cukup cocok untuk bikin ngantuk.. slow slow manis githu lah.

Advertisements

9 thoughts on “Two People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s