Heebum’s Note : New Face

ig 141124 hb 3

Cherry Hee © 2014

New Face

.

Matahari sudah meninggi saat Heebum berdiam diri di atas sofa ruang tengah. Tidak ada yang ingin dia lakukan sekarang. Mungkin hari yang cerah itu akan ia habiskan dengan tidur malas-malasan di dorm tanpa orang itu. Sedari subuh, para lelaki penghuni dorm telah bangun dan berbaju rapi sebelum kemudian berduyun-duyun pergi entah ke mana. Heebum tidak peduli, tapi kalau itu sebab mereka akan pergi berlibur, Heebum akan mengutuk manusia yang telah melupakannya itu. Khususnya pada majikannya yang sama sekali tak berpamitan padanya tadi.

Heebum menengadah kepalanya yang masih menempel di kaki depan. Matanya yang tinggal sebaris mengerjap beberapa kali. Suasana sunyi ini memang jadi kesukaannya. Tapi terkadang ia merasa aneh sendiri tiap tak seorang pun yang mengganggunya seperti biasa. Entah dengan suara celoteh atau tangan usil yang menyolek pantat dan kupingnya. Rasanya aneh, seperti ada yang hilang dan Heebum merasa hampa. Oh, katakan saja Heebum rindu dengan manusia-manusia berisik itu.

Heebum baru saja akan menutup matanya kembali, mengusir segala pikiran abnormalnya sebagai kucing ketika terdengar suara pintu depan dibuka, disusul gumaman berat.

“Di mana yang lainnya?”

Tak lama sosok itu muncul di depan Heebum. Berdiri di tengah ruangan sambil matanya berpendar ke sekeliling dorm. Berkacak pinggang lalu bedecak. Lelaki itu berbalik memandang Heebum dengan wajah penasaran.

“Heebum, kau tahu di mana yang lainnya?”

Heebum mengerjap saja. Tak sudi merespon.

Heebum mengenal lelaki itu, meski kini wajahnya terlihat kusut dengan rambut berantakan. Tubuh kekarnya hanya mengenakan kaus singlet lusuh dan celana pendek selutut.

Dan meskipun kalau diperhatikan lagi, hari ini sepertinya lelaki itu terlihat sedikit berbeda. Seperti lelaki itu punya wajah baru saja. Tapi Heebum tidak tahu apa itu. Beberapa hari yang lalu lelaki itu memang pindah ke dorm bawah.

“Oh baiklah. Kita nikmati saja kesepian siang ini,” katanya seorang diri. Sambil nyengir lebar lelaki itu berlalu pergi.

Untuk beberapa saat terdengar suara gaduh dari ruang dapur. Heebum harap itu kode ia akan mendapat jatah makan siang. Tapi sepertinya tidak. Tidak setelah lelaki itu melintas lagi di depanya sambil membawa segelas minuman dingin dan koran. Kali ini ia berjalan lurus ke depan sampai di balkon dorm mereka yang sejuk oleh semilir angin musim panas.

Heebum melihat lelaki itu mendudukkan dirinya di salah satu kursi santai yang berada di sana. Menyeruput minumannya sedikit lalu merentangkan korannya lebar-lebar sebelum tenggelam pada bacaan itu dan mengabaikan makan siang Heebum.

Belum ada lima jam sejak Heebum menghabiskan jatah paginya, tapi ia sudah kelaparan sekarang. Memaksa tubuhnya untuk bergerak, Heebum turun dari tempat pembaringannya. Melangkahkan keempat kakinya mendekati lelaki itu.

Seperti yang dikenal semua orang, Heebum bukan kucing manja. Dia jarang mengeong untuk merajuk minta sesuatu. Tidak pernah bersikap sok imut, karena ia merasa sudah terlalu dewasa untuk melakukan tingkah seperti bayi kucing. Heebum menampilkan sisi kedewasaannya dalam tiap perilaku. Tapi kali ini keadaan darurat. Ia tidak bisa menemukan jatah makanannya di tempat biasa saat ia berniat mencuri tambahan tadi pagi. Terkutuklah majikannya yang pelupa atau memang sadis padanya.

Sambil menggerakkan ekornya, Heebum menatapi lelaki itu dengan tatapan minta dikasihani. Tapi sepertinya lelaki itu tidak memperhatikannya, karena wajahnya tertutup sepenuhnya di balik koran.

Sambil merutuki dirinya yang terlihat menyedihkan, Heebum setengah hati menempelkan badannya ke kaki lelaki itu. Mengeluskan pucuk kepalanya beberapa kali di sana. Oh itu rasanya nyaman sekali. Heebum sebenarnya suka jika kepalanya dielus. Tapi karena lagi-lagi ia bukan bayi kucing, ia selalu berusaha untuk tidak meminta hal itu pada manusia apalagi majikannya. Pengecualian dalam keadaaan darurat seperti sekarang.

“Heebum?” Lelaki itu akhirnya menurunkan korannya. Sedikit terperanjat ketika kakinya tiba-tiba ditempeli bulu halus. “Kau juga mau membaca berita hari ini ya? Ayo, ke mari.”

Apa?! Hey, dia ingin mengisi perutnya yang melilit nyaris kosong. Dia tak peduli pada berita manusia di luar sana. Dia hanya peduli pada urusan perutnya, oke?!

Oke, lelaki itu tidak akan pernah bisa mendengarnya. Heebum pasrah saat tangan itu memeluk badannya dan mengangkatnya ke pangkuan. Lelaki itu menghadapkan badan Heebum ke depan mukanya, hingga mereka berhadap-hadapan sekarang.

“Ah, kau lucu sekali, Heebum.” gumam lelaki itu sambil tersenyum lebar.

Heebum tidak mendengarnya. Ia telah sibuk memperhatikan wajah lelaki di depannya. Untuk beberapa saat ia lupa pada perutnya yang minta diisi. Terlintas dipikirannya akan perbedaan wajah lelaki itu. Sepertinya Heebum tahu apa itu.

Kaki depan Heebum terangkat, menempel pada rambut tipis di bawah hidung lelaki itu. Heebum ingin bertanya apa itu, karena selama ini ia tidak pernah melihat anak lelaki lain di dorm-nya yang berpenampilan seperti itu. Tapi sebelum Heebum mengeluarkan suaranya, lelaki itu sudah lebih dulu menjerit. Memaksa tubuh Heebum untuk turun dari pangkuannya.

“Argh Heebum, kau mencakar kumisku!” erang lelaki itu. Membekap mulutnya sembari meringis.

Dengan mata setengah terbuka, Heebum mengerjap. Oh, itu namanya kumis. Hebat, lelaki itu menjawab bahkan sebelum ia bertanya.

Heebum lalu berjalan santai kembali ke ruang tengah. Naik lagi ke tempat peraduan nyamannya. Lupa sepenuhnya pada perutnya yang kosong. Dia hanya ingin tidur dan menunggu majikannya pulang.

Sedangkan di balkon, Choi Siwon masih meratapi kumisnya sambil mengawasi kucing itu dengan pandangan sebal.

swing sw

Note :

Ehehehe maaf om kumis jadi korbannya kali ini~

Advertisements

14 thoughts on “Heebum’s Note : New Face

  1. Eiii hahahahaha kirain awal banget ini donghae
    tapi setelah baca kata kekar langsung mikir siwon dan ternyata bener xD

    heebum cuma penasaran sama kumisnya om, ngga (sengaja) nyakar kok xD

    sukaaaa eon aduuh. Makasih banget ya udah terus-terusan nulis. Aku sangat suka sama tulisan eonni~
    fighting terus eon :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s