#FanficProjectFor7jib – Midnight Blues – Loving You Forever [1]

elf-japan mag

Loving You Forever [1]

by raeHEEchul

.

Di titik yang terlihat dari kejauhan, dengan kacamata seseorang yang khusus, dua sosok berjalan beriringan. Salah satunya berjalan dengan memegangi botol populer yang selalu bisa menjadi pendamping dikala tertekan. Membuat kepala berdenyut-denyut sakit, lalu ketika sudah mencapai batasnya, minuman itu berhasil membawa sang penikmat ke dalam ketidaksadaran. Dan sosok yang satu lagi, hanya berjalan tanpa membawa apa-apa. Sesekali berusaha untuk menjaga agar sosok yang mabuk itu tetap berjalan lurus.

Keadaan si pemabuk amat menyedihkan, setidaknya baginya. Gadis itu tidak pernah minum, dan hanya untuk melampiaskan kekecewaan dan kesedihannya, Choi Rae Hee berani mengambil resiko yang selama ini tidak pernah ingin dihadapi gadis itu.

Hanya untuk memancing amarahnya.

Kim Hee Chul berusaha menggapai botol hijau itu, namun Rae Hee tersandung dan nyaris saja terjatuh. Bagusnya, karena kecerobohan Rae Hee berjalan, botol yang menyisakan setengah dari minuman memabukan itu terjatuh, menggelinding begitu saja sampai ke sisi lain jalan, menumpahkan sisa cairan. Rae Hee menatap botol itu hampa.

Hee Chul menduga kalau tunangannya itu akan mencoba memungut botol itu kembali, hanya untuk memastikan isinya benar-benar kosong—entah karena tumpah di selebar jalan, atau gadis itu yang menghabiskannya. Dan karena pikiran itu, Hee Chul berucap tajam dengan melarang.

Yang tentu saja, tidak didengar.

Gadis itu tidak terjangkau. Kata apapun yang dilontarkan Hee Chul dapat dipastikan tidak didengar oleh gadis itu. Tapi dibandingkan dengan mencapai ujung jalan dengan kesadaran yang hanya tinggal seujung kuku, Rae Hee akhirnya memutuskan untuk melanjutkan langkahnya. Membuat Hee Chul menghembuskan napasnya lega.

Mereka sudah berjalan mulai dari warung minum pinggir jalan di ujung jalan jembatan sampai sekarang hampir menaklukan setengah dari jembatan Banpo. Tidak mudah, mengingat panjangnya jalan ini. Tapi mereka memang selalu ke sini. Terkadang berjalan kaki, terkadang bersepeda, atau berkendara dengan motor. Tentunya, dengan kesadaran yang dimiliki oleh keduanya. Menikmati bersama-sama air mancur warna-warni dan melihat cahaya yang menerangi kota, mendiskusikan hal-hal remeh tentang mereka dan cinta mereka. Dan semua itu, tentu saja, dilakukan dalam keadaan sadar.

Tapi malam ini, gadis itu dirundung kesedihan yang teramat dalam. Di tengah malam ini, dengan bintang yang bertaburan indah di langit, hati gadis itu sedang menangis. Seandainya tangan Kim Hee Chul bisa menyentuh bagian dalam tubuh, dia akan menyembuhkan luka yang ditimbulkannya di hati gadis itu.

Choi Rae Hee marah padanya, dia tahu. Tapi lebih dari di atas kemarahan gadis itu, Hee Chul juga sangat paham bahwa dirinya telah memberikan tunangannya itu luka yang begitu dalam. Yang tak akan pernah mampu ditebusnya dengan apapun. Bahkan dengan kehadirannya. Buktinya, meskipun sejak awal dirinya selalu berada di sisi gadis itu, Rae Hee mengabaikannya.

Tapi, kali ini gadis itu menoleh padanya, memberikan tatapan cinta seperti biasa. Hanya saja kali ini, ada bumbu kepedihan di sorotan itu.

“Apa yang kau pikirkan?” kata Hee Chul, saat melihat Rae Hee memanjat naik dan berdiri tegak di pinggir jembatan sambil menghadap ke arahnya. Kim Hee Chul ikut memanjat. Tak bisa melakukan apa-apa kecuali ikut berdiri di samping gadis itu, menjaganya agar tidak terjatuh.

Rae Hee masih menatap kearahnya. “Apa yang akan kau katakan? Aku tidak bisa membacamu,” ucap gadis itu serak. Rae Hee melihat Hee Chul yang baginya seolah tanpa ekspresi. Pria itu benar-benar tidak peduli lagikah padanya? Menyia-nyiakannya begitu saja dan hanya menatapnya?

“Kumohon, Hee-ya, turunlah.”

Rae Hee terkejut melihat perubahan ekspresi Hee Chul. Tapi tetap tidak bisa memahami maksudnya. Kim Hee Chul terlalu sulit untuk ditebak saat ini. Apakah karena sekarang status diantara mereka yang sudah berubah, ataukah karena efek alkohol?

“Apa kau masih ingat janjimu, Hee Chul-ssi?”

Hee Chul tersentak. “Hee-ya, kumohon jangan lakukan apapun yang sekarang kau pikirkan. Kau salah, kau akan menyesal saat tahu nanti. Kumohon, turunlah.”

Tentu saja, Rae Hee tidak mendengarnya. “Karena posisi kita terbalik, aku yang akan menepati janji itu. Apa kau senang? Karena perasaanku… rasanya seperti ingin meledak. Setidaknya, ada salah satu dari kita yang berhasil menepati janji itu.”

“Hee-ya… tolong. Tolong jangan lakukan.”

Tapi Rae Hee hanya menatap langit, membiarkan airmatanya merembes turun hingga leher sebelum akhirnya gadis itu melemaskan diri, dan meluncur bebas bersamaan pergantian warna air mancur menjadi biru.

Kim Hee Chul hanya terpaku di tempatnya berdiri, tangannya terulur pada ruang kosong tanpa gadis itu, dan wajahnya yang sudah pucat, semakin memucat.

Choi Rae Hee membuat kesalahan besar.

“Hee-ya!!!!!” Hee Chul berteriak sekuat tenaga, tapi tentu saja, gadis itu tidak lagi bisa mendengarnya.

.

Note :

Setelah rasanya berpuluh-puluh tahun ga ngepost akhirnya ngepost juga. Well, meski ini fanfic titipan. Hehehe

Karena ini titipan bagi yang mau komen silahkan berkomentar, tidak perlu sungkan. Atau langsung kepenulisnya langsung. Sayasudah kasih link facebook authornya ~~

Anyway, dari tweet Heechul kemarin, besok adalah stage terakhir mereka untuk promosi Mamacita. itu berarti projek ini akan segera berakhir. \O/

Tapi saya masih hutang 7fanfic hohoho~ Bisakah saya menyelesaikan tantangan yang saya buat sendiri?? Nantikan kelanjutannya! *nangis di kolong meja*

Advertisements

8 thoughts on “#FanficProjectFor7jib – Midnight Blues – Loving You Forever [1]

  1. itu si heechul udh mati p msih hidup ??? penasaraaaan ….. ceritax bagus . tp pendek .. kkkkk tk loncat ke part slnjtx klu gt ….. kereen kereen kereen …
    d lnjut dunk tntanganx ..

  2. ntar, tadi aku mau komen apa sih mba?
    ahh iya komn dia itu penulis ff heechul kan mba? dia punya blog ngga mba? kalo punya boleh minta ngga mba? soalnya kalo minta sendiri angsung ke orangnya aku takut, dan bisa jadi malah nanti aku ngga jadi minta sama dia mba :3
    engg kalo boleh minta bisa kirim lewat ibox aja mba, soalnya aku jarang buak efbi lewat lepi.. :3
    hahaha, makasih mba.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s