Flashfiction // TI:ME

time

Cherry Hee © 2014

People & things change with time, but memories remain the same.

Apa kau pernah menyicip rasanya dikejar waktu? Saat waktu seakan berlari mengejarmu dan dia tak mau melamban sedikit saja seperti yang kau mau. Saat kau ditekan segala hal sampai harus terburu-buru. Suara detik jam yang tidak terdengar mendayu tapi lebih seperti iringan nada cepat kesetanan.

Ethan benci akan hal itu.

Dua puluh empat jam baginya terasa seperti satu tahun penuh penderitaan. Kertas-kertas menumpuk di atas meja kerjanya dan ia terpaksa menatapi layar komputer yang menusuk-nusuk matanya di sepanjang jam kerja. Dia nyaris tak menyentuh makanannya selain makan terburu-buru. Seakan waktu terlalu berharga untuk digunakan mengisi perut. Ada kalanya ia menyesal memilih jalan sebagai perkerja kantoran yang sering dapat lembur. Lalu terlintas di kepalanya, kenapa dulu ia tak jadi penyanyi saja? Atau membuka kedai kopi karena ia punya minat jadi bartender.

Dini hari hampir menyentuh subuh, Ethan berjalan tergopoh-gopoh ke flat kecilnya. Mereganggakan dasi lalu melepas kancing lengannya dan menggulungnya sampai ke siku.

Sumpah, ia lelah sampai tak ada tenaga untuk membasuh tubuhnya ke kamar mandi.

Sampai di kamarnya ia langsung merebahkan diri. Matanya terpejam namun kepalanya tak mau berhenti berpikir ini-itu. Banyak hal terlintas di kepalanya. Sampai matanya yang setengah terbuka tidak sengaja melihat sampul biru lusuh di pojok rak bukunya. Sorot rembulan di luar menyinari tepat ke buku itu. Ethan menegakkan kepalanya, mengingat-ingat sejak kapan buku itu di sana?

Lelahnya yang tadi melilitnya sedikit merenggang. Ethan beranjak, mendekat ke rak.

Ia membuka album berdebu itu. Dan menemukan wajah-wajah usang tersenyum ke arahnya.

Ethan masih ingat siapa mereka. Tanpa ia sadari bibirnya mengulas senyum kecil.

Oh, pemuda pendek dan kurus yang berada di sisi Ethan itu adalah Chloe. Anak yang paling sederhana tapi tampak bersinar jika sudah berada di atas panggung melantunkan tembang-tembang lawas permintaan para guru di tiap acara penting di sekolah. Lalu di sisinya yang sedang tersenyum lebar ke arah kamera adalah Molan. Anak yang rela begadang semalaman demi menulis contekan yang akan ia sembunyikan di balik kaus kakinya yang bau. Dan di belakangnya yang paling bertubuh besar, Todd, yang orang kira ia anak paling brengsek dan tak tahu tatakrama, tapi bagi Ethan Todd sudah seperti seorang kakak. Kakak yang rela menemaninya sepanjang hari demi merawatnya yang terserang demam tinggi.

Ethan tidak sadar sejak kapan bulir air memupuk di matanya dan merabunkan pandangannya. Tubuh Ethan merosot ke lantai. Tubuhnya bergetar seperti orang kedinginan. Perlahan, dalam hening malam itu, suara tangisnya terpecah. Tersedu-sedu persis anak kecil yang kena hukum dan harus dikurung di dalam kamar.

Ethan dilanda rindu. Pada bangku sekolah yang suka ia coreti. Pada seorang guru fisika botak yang suka menyuruh-nyuruh. Pada satpam penjaga gerbang yang selalu menyeduh kopi ketika ia diam-diam menerobos masuk ke gerbang yang telah ditutup. Pada tanah lapang sekolahnya yang berbau rumput berembun.

Dan pada teman-teman terbaiknya. Remahan roti yang tersembur dari mulut Molan saat ia tertawa di kantin. Dengkuran halus milik Todd di tengah jam-jam tegang di kelas matematika. Dan jerit ketakutan Chloe saat Ethan sengaja menguncinya di kamar mandi yang gelap. Dan lawakan mereka di sepanjang koridor.

Ada satu pinta Ethan malam itu yang ia raungkan pada Tuhan. Bukan tentang kesuksesan pekerjaannya, bukan tentang ayah-ibunya, bukan tentang istri masa depannya.

Tapi tentang teman-teman terbaiknya.

“Tuhan, tolong jaga teman-temanku di mana pun mereka berada.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s