Flashfiction // Dia

Dia

Cherry Hee © 2014

.

“Kenapa dengan wajahmu?”

Rara berhenti membaca, memilih menatap kawannya yang baru memasuki kamar dengan wajah lesu.

“Aku belum menemukannya.”

Rara mendengus antara kesal dan kasihan. “Kau masih mencarinya?”

Alih-alih menjawab yang ditanya tak bersuara, melempar tas selempangnya sembarang. Lalu terduduk di ranjangnya dengan muka kaku.

“Berhentilah bersikap kekanakan seperti ini, Si. Jangan menyakiti dirimu sendiri. Kau bisa mencari yang baru.”

Sisi mendongak. Menatap balik Rara dengan pandangan sengit.

“Kau tidak tahu seberapa besar ia berarti untukku!” Sisi mengusap kasar air matanya. “Aku menyayanginya,” ucap Sisi pada akhirnya dengan suara serak.

“Kau beri aku seribu kucing baru pun mereka tak akan bisa menggantikannya. Karena aku menyayanginya.”

Rara terdiam. Kemudian menggeleng dengan wajah prihatin.

Advertisements

2 thoughts on “Flashfiction // Dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s