Flashfiction // Bintang Pertama Dian

Bintang pertama Dian

Cherry Hee © 2014

.

Dian percaya lelaki itu adalah bintangnya. Meski jauh—jauh sekali sampai-sampai ia tak mampu menggapainya—tapi lelaki itu tetaplah yang paling bersinar di matanya, di hatinya.

Anggaplah Dian gila, atau katakanlah dia belum menemukan lelaki lain yang lebih mudah ia gapai. Dia hanya belum menemukan bintang kedua yang lebih dekat. Tapi meski Dian akan menemukan bintang keduanya nanti, ia akan mempertahankan lelaki itu sebagai bintang pertamanya yang paling terang.

Dan disuatu siang yang terik, Heny temannya bertanya, “Dian, udah punya cowok belum nih kamu?”

“Udah donk.”

“Oh, iya? Siapa? Anak kelas tiga yang kemarin nyapa kamu sambil kedip-kedip kayak kelilipan lalat itu ya?”

“Bukan!” Dian terkikik geli.

“Terus siapa?”

“Nih.” Dian menunjukkan ponselnya.

“Brad Pitt! Oh sekarang aku tahu seleramu adalah om om,” bisik Heny lesu. Dian yang tak mau dengar hanya melepas tawa kencang.

Oh terserah, Brad Pitt akan selamanya jadi bintang pertama Dian.

Advertisements

2 thoughts on “Flashfiction // Bintang Pertama Dian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s