Oneshot Kyuhyun : Fantastic!

fantastic

Fantastic!

© Cherry Hee

Kyuhyun tidak pernah meminta hal istimewa dalam setiap doanya. Selain bahwa dia memohon kepada Tuhan atas kebahagian kedua orang tuanya dan orang-orang yang ia sayang. Dia tak punya keinginan khusus akan jadi apa ia di masa depan. Ataupun ambisi apa yang ingin ia kejar nanti setelah lulus sekolah.

Dia bukan murid terpandai di kelas, meski semua orang terkagum dengan bakat menghitungnya. Ryeowook, temannya yang super pendek mengatakan kalau Kyuhyun bisa saja jadi ahli matematika nantinya. Anak lelaki itu bilang betapa ia akan bangga jadi teman dekat seorang ahli matematika terkemuka se-Korea atau bahkan sedunia. Tapi tidak, Kyuhyun membantah. Dia memang bisa diandalkan di bidang ini, tapi matematika bukanlah tempat ia menggapai cita-citanya. Ia sama sekali tidak punya keinginan jadi ahli matematika yang seperti Ryeowook sebut. Selebihnya dia hanya melakukan apa yang ia bisa saja, bahwa menghitung tidak sesulit yang orang-orang katakan. Itu hanya masalah seberapa pandai kau memainkan rumus. Kyuhyun selalu menganggap itu mudah.

Hidupnya tidak sebegitu istimewa. Jika digambarkan dengan buku, Kyuhyun merasa jalan hidupnya pastilah beruba cerita karangan yang membosankan. Dengan narasi super panjang dan dialog tak berselera yang membuat siapapun pembacanya terkantuk-kantuk di tengah cerita (seperti fanfic ini—mungkin).

Kyuhyun bukan siswa populer di sekolah. Dia bukan salah satu dari anggota OSIS yang sibuk sepanjang hari. Dia juga bukan anggota klub olahraga yang selalu dapat teriakan-teriakan dari gadis-gadis cantik disetiap pertandingan. Dan sekali lagi dia tidak pintar-pintar juga kecuali di kelas matematika yang jadi ladang kekuasaannya.

Sepanjang hari dia hanya akan terbangun dengan mata menyipit dan kepala pening. Mengumpat seenaknya bahwa dunia terlalu kejam untuk murid sekolah seperti dia. Selalu dipaksa bangun pagi-pagi dengan setumpuk buku tebal terpikul dibahu. Setelah itu ia akan mendengar penjelasan guru dengan wajah bosan—kecuali di kelas matematika—namun dia juga bukan murid yang suka cari masalah. Jadi dia tipe murid yang hanya akan diam mendengar. Dan otaknya hanya berisi tugas sekolah apa saja yang akan ia kerjakan nanti malam, menu masakan ibu hari ini, dan strategi game PSP-nya yang akan ia mainkan sepanjang hari minggu nanti.

Dan hiburan satu-satunya yang ia nikmati di sekolah adalah ketiga teman gilanya. Ryeowook si anak pendek, Kangin yang pernah tidak naik kelas dan paling berwajah preman diantara mereka, dan Hyukjae si jorok yang jarang mandi. Dan ya benar, mereka terlihat seperti sekumpulan anak-anak tidak berguna.

Pada intinya Kyuhyun tidak punya ambisi—atau katakanlah dia belum menemukannya.

Hiudpnya datar. Tidak ada tanjakan yang menantang. Tidak ada kerikil apalagi batu berarti yang menghadang jalannya.

Dan Kyuhyun nyaris bosan setengah mati—sampai hari itu datang.

Pagi yang sibuk di sekolahnya karena penerimaan murid baru. Tidak benar-benar sibuk bagi Kyuhyun karena dia bukan anggota OSIS yang mengurus segala hal tentang murid baru. Jadi hari itu, di bawah lindungan pohon halaman sekolahnya, saat tidak ada kelas, Kyuhyun dan teman-temannya menikmati tontonan konyol dari murid-murid baru yang tengah berbaris di lapangan. Beberapa anggota OSIS berkumpul di depan, mengarahkan apa saja agenda—atau katakanlah daftar penderitaan—mereka hari ini. Dengan potongan-potongan kardus di depan dada dan tali warna warni yang mengikat rambut mereka, anak-anak malang itu mulai menyebar.

Kyuhyun sendiri tidak tahu apa yang tengah mereka lakukan. Ia dan teman-temannya hanya sesekali terkikik memandangi wajah-wajah polos yang seakan tersiksa itu.

Lalu seorang gadis mendekat padanya. Kyuhyun yang sempat terkejut mendongak. Matanya sedikit menyipit karena gadis itu datang dari arah cahaya matahari bersinar.

Tapi ia bisa melihat deret nama “Hwang Saera” di kardus yang menggantung di leher gadis itu.

Oppa.”

Kyuhyun mengernyit bingung. Sedangkan teman-temannya hanya senyum-senyum menanti pertunjukan apa yang akan murid baru itu suguhkan di hadapan mereka.

“Ya?”

“Oppa….” Gadis itu terlihat gugup. Sesekali menunduk menatapi sepatunya. Lalu dengan satu tarikan napas panjang ia memandang Kyuhyun dengan raut antara berani, takut dan cemas, “Boleh aku jadi pacarmu?”

Rahang Kyuhyun terjatuh. Dia juga dapat dengar teman-temannya bersuara “Oh!” pelan di sampingnya.

“Apa?”

“Boleh aku jadi pacarmu?” Gadis itu tersenyum masam lalu menoleh ke salah satu anggota OSIS yang mengawasinya di seberang. Kyuhyun ikut menoleh dan akhirnya ia paham. Gadis itu sedang menjalankan misi.

Sambil tersenyum penuh arti Kyuhyun berdiri. Membungkuk sedikit karena gadis itu hanya setinggi bahunya. Kyuhyun berbisik, “Apa yang akan mereka lakukan jika aku menolakmu?”

Gadis itu bergerak gusar sebelum mencicit, “Mereka akan memberiku tugas lebih memalukan dari ini.”

Meski gadis itu tak memohon namun dari raut wajahnya Kyuhyun tahu gadis itu sama sekali tidak mau jadi salah satu penerima tugas memalukan yang entah seberapa memalukannya dari ini.

Jadi tanpa berpikir lagi, Kyuhyun mengangguk. “Ya. Tentu, aku mau.”

Dan setelah dilihat-lihat gadis itu tak buruk-buruk juga.

Namanya Hwang Saera. Dia bukan gadis tercantik yang pernah Kyuhyun temui. Bukan pula gadis paling baik hati. Karena setelah itu, setelah Kyuhyun berpikir mungkin tidak buruk juga jika ia dapat dekat dengan gadis, ternyata pikirnya salah. Gadis itu memasang wajah dingin seperti mereka tak kenal sebelumnya diwaktu mereka tak sengaja berpapasan di lorong sekolah.

Kyuhyun tak percaya bagaimna gadis itu bisa bersikap sedingin itu. Tapi karena itu juga Kyuhyun merasa tertantang. Dan di suata sore setelah jam akhir sekolah berbunyi, di bawah rintikan hujan, Kyuhyun menemukan Saera berdiri dengan wajah ditekuk dan bibir mengerucut di dekat gerbang sekolah.

“Sedang apa kau?” Kyuhyun mendekat setelah lama berpikir apa ia akan bersikap tak kenal dan berjalan melewatinya begitu saja atau menyapanya. Dan Kyuhyun yang merasa tidak salah jika ia bersikap baik pada gadis itu akhirnya mendekat.

“Ah?” Saera sempat tersentak. Agak gugup tapi ia kembali memasang wajah datar lagi setelahnya. “Menunggu jemputan. Tapi sepertinya kakakku akan terlambat lama.” Dia mengecek jam tangannya dan kembali mendongak memandang Kyuhyun. “Aku ingin pulang sendiri tapi aku tidak bawa payung, jadi aku memilih menunggu kakakku.”

Tanpa membalas apa-apa Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah payung. Dan dia membukanya di depan gadis itu. “Ayo kuantar pulang.”

“Apa?!”

“Kubilang, ayo kuantar pulang. Sebentar lagi mungkin akan hujan deras. Kita bisa naik bus dan aku akan menemanimu dengan payung ini.”

Saera sempat ragu. Tapi akhirnya ia mengangguk dan menurut. Dan akhirnya di bawah satu payung itu pun mereka berjalan, menembus hujan yang semakin lebat.

Sejak saat itu sikap Saera berubah total. Ia tidak lagi memasang wajah dingin setiap kali mereka berpapasan melainkan terseyum manis sambil menyebut nama Kyuhyun dengan suaranya yang manis. Mungkin gadis itu pikir Kyuhyun sudah seperti malaikat penolongnya.

Dan tanpa Kyuhyun cegah ia jadi selalu mencari gadis itu diantara anak-anak lain yang makan di kantin tiap istirahat. Setelah menemukan gadis itu, Kyuhyun tidak dapat menghentikan matanya yang terus mengarah ke gadis manis itu. Memperhatikan betapa manisnya cara gadis itu makan. Betapa manisnya gadis itu menyeka noda saus yang tak sengaja menempel di pinggir bibir kemerahannya. Dan betapa manisnya cara gadis itu berbicara dan tertawa dengan teman-temannya.

Gadis itu sudah membuat dunianya menggila.

“Kau sedang apa Kyu?” Ryeowook akhirnya angkat bicara melihat ada yang janggal dengan kawannya itu.

“Tidak ada bidadari di sana kan?” Kangin menyipit ke arah pandangan Kyuhyun.

“Dia mirip orang yang sedang jatuh cinta,” gurau Hyukjae.

“Memang.”

Hyukjae tersedak mendengarnya.

“Benarkah? Akhirnya ya Tuhan, doaku terkabul. Kupikir kau tidak normal Kyu.”

Kyuhyun berhenti menatapi gadis itu dan beralih mendelik ke wajah Ryeowook yang nyengir.

“Wow Kyu. Aku turut bersuka cita kalau begitu,” sahut Kangin setelahnya.

Kyuhyun mengehela napas panjang. Merasa kesal dengan sikap berlebihan dari teman-temannya.

“Hey, aku hanya jatuh cinta  secara sepihak. Bukan pacaran, oke?”

“Jadi kenapa tidak kau ungkapkan saja perasaanmu ke dia?”

Ditelinga Kyuhyun, Ryeowook seperti berkata, “Kenapa tidak kau beli saja permen manis yang kau suka itu?” Semudah itu.

“Aku tidak tahu apa dia suka padaku? Meski yah, hubungan kami cukup baik.. ah maksudku.. kami tidak dekat juga. Tapi yah, tidak bisa dibilang buruk. Guys, intinya aku bingung.” Kyuhyun mendesah. Membiarkan teman-temannya melihat betapa menyedihkannya dia dengan kepala terkulai dan wajah lemas seperti itu.

“Ya ampun. Kau suka dengan gadis itu dan kau hanya butuh mengatakan padanya. Jika ia menerimanya itu berarti kau beruntung, jika tidak.. ya, itu masalah bagimu. Setidaknya kau tahu apa dia juga suka padamu atau tidak.” Kangin berceramah. Disaat-saat memilukan seperti ini Kyuhyun merasa Kangin selalu berperan jadi bapak yang mengeluarkan kata-kata bijak pada anak-anaknya.

“Oke. Kalau begitu apa yang harus kulakukan? Maksudku bagaimana caranya.. mengungkapkan isi otakku? Eh maksudku kepalaku?”

Mereka terdiam sejenak. Saling memandang satu sama lain.

Lalu Hyukjae yang lebih dulu bersuara. “Ryeowook bisa bermain piano untukmu. Itu akan sangat romantis jika kau mengungkapkan perasaannya dengan backsound piano, kan?”

“Ide bagus!” Ryeowook tak menolak dan tersenyum lebar.

“Kangin Hyung cukup lumayan menghias ruangan. Dia—lah yang menata ruang tamuku untuk acara ulang tahun adikku tahun lalu, dan menurutku hasilnya bagus. Kita bisa membawa gadis itu ke salah satu ruangan tak dipakai di sekolah ini, memberinya kejutan di sana. Lalu kau bisa menembaknya sambil diiringi musik romantis.” Hyukjae bertepuk tangan sendiri pada ide-ide briliannya itu. “Dan tenang saja, aku yang akan membawa gadis itu untukmu Kyu. Jadi, yang mana gadis yang kau suka itu?”

Kyuhyun yang masih melayang dengan ide-ide gila itu akhirnya bersuara. Menunjuk salah satu gadis yang masih terduduk di sana berjarak dua meja dari tempatnya. “Itu. Yang rambutnya diikat menyamping dengan pita merah.”

“Ah, aku lihat!” Lalu Hyukjae menepuk-nepuk pundaknya seakan dunia akan berjalan sesuai rencananya.

Ada saat-saat di mana Kyuhyun merasa terharu akan keberadaan teman-teman gilanya itu, yaitu seperti sekarang. Mereka seperti super hero.. sungguh.

Dan sore itu datang. Kyuhyun duduk tegang di salah satu kursi ruang musik itu. Mereka sepakat meminjam ruangan itu setelah Kangin entah bagaimana mendapat ijin dari ketua OSIS untuk menggunakannya. Mungkin Kangin memaksanya dengan muka sangarnya itu, tapi Kyuhyun tak peduli. Ia tidak bisa memikirkan apa-apa sekarang. Otaknya seperti kosong untuk beberapa detik dan jantungnya lah yang bekerja lebih ekstra. Dia bahkan lupa kalimat puitis karangannya semalam. Oh ya Tuhan, gadis manis itu membuatnya gila.

“Kyuhyun tenang, oke?” Ryeowook meremas bahunya.

Kini mereka menunggu gadis itu di ruangan itu. Ruangan wangi yang biasanya berbau apek oleh AC, Kyuhyun bisa melihat hasil jerih payah teman-temannya itu. Tidak mewah. Hanya beberapa taburan bunga mawar dari pintu masuk ke tempat Kyuhyun berdiri di atas panggung kecil. Beberapa lilin yang mengelilingi Kyuhyun dan sebuah piano hitam di sisi lain, tempat Ryeowook akan memainkan lagu mendayu-dayu nantinya.

Sederhana tapi ini cukup. Kyuhyun sendiri juga akan malu jika semua ditata berlebihan tapi ternyata gadis itu menolak. Oh, itu bencana besar. Dia tak bisa mengira apa yang akan ia lakukan nanti jika gadis itu menolaknya. Berlari sambil menutup wajahnya mungkin? Tidak—tidak, dia tidak selemah itu. Dia lelaki jantan, tentu.

Kyuhyun menggeleng kasar. Menghentikan jalan pikirannya yang sudah berkelana ke mana-mana.

“Dia datang!” Kangin berseru dari arah pintu. Lalu kembali menutup pintu itu pelan.

“Kyuhyun semoga sukses!” serunya tertahan sebelum berlari ke pojokan, bersembunyi karena perannya sudah berakhir.

Ryeowook sudah duduk di depan piano. Jari-jari tangannya sudah siap di atas tuts-tuts putih piano. Tinggal menunggu gadis itu masuk, dan dia akan memulai nada manisnya.

Kyuhyun sendiri tegang sampai persendian tubuhnya terasa kaku. Wajahnya memucat di bawah temaram lampu ruangan itu. Keringat dingin mengalir dipelipisnya.

Tidak ada yang bersuara ketika langkah-langkah kaki itu mendekat. Suara Hyukjae lah yang terdengar seperti tengah mengobrol dengan seseorang. Pintu itu terbuka lalu semua napas tercekat.

Hyukjae muncul, tersenyum lebar ke arah Kyuhyun kemudian mempersilahkan seseorang untuk masuk mengikutinya.

Gadis itu muncul.Wajahnya terkesiap begitu melihat suasana ruangan itu.

Ryeowook mulai memainkan musik cintanya.

Kyuhyun menatap gadis itu. Gadis itu balik menatapnya.

Dan dunia Kyuhyun seperti berputar, runtuh.

Tidak ada kata lain yang ingin Kyuhyun teriakkan selain, “LEE HYUKJAE! KAU SALAH MEMBAWA ORANG YA TUHAAAN AMPUNI AKU!”

Saera tidak dapat menahan tawanya ketika Kyuhyun menceritakan kisah memilukan kemarin lalu itu.

“Jadi.. hahaha Oppa belum mengungkapkan perasaan pada gadis yang Oppa suka?” Gadis itu bertanya sambil menyeka air mata yang merembes di kedua matanya karena terlalu bersemangat tertawa.

“Tentu saja belum. Semua gara-gara Lee Hyukjae si otak bebal.” Kyuhyun cemberut dengan wajah semendung langit sore itu.

Mereka berjalan bersama di bawah payung milik Kyuhyun. Tadi saat pulang, secara tak sengaja Kyuhyun menemukan gadis itu berdiri di depan gerbang sekolah, menunggu jemputan seperti biasa. Kyuhyun pun mengajak pulang bersama setelah itu.

“Kalau begitu katakan saja. Dengan cara sederhana tak masalah. Bahkan di tempat-tempat yang tidak mendukung sekali pun.”

“Benarkah?” Mata Kyuhyun berkilat-kilat liar. Seperti ada sebuah lampu yang tiba-tiba menerangi kepala yang semulanya gelap gulita.

“Ya, karena menurutku sebagai seorang gadis, ketulusan dan cinta si lelaki yang menentukan. Bukan tempat romantis atau musik romantis.” Saera terkikik menahan geli lagi.

Mereka sampai di halte. Bus mereka belum datang, Saera memutuskan untuk duduk menunggu. Tapi melihat Kyuhyun yang meletakkan payung dan tasnya di kursi tunggu, seperti bersiap akan melakukan sesuatu, gadis itu akhirnya tak tahan untuk tidak bertanya.

Oppa mau apa?”

Dia memekik pelan dengan tangan di mulut saat Kyuhyun tiba-tiba berlutut di depannya. Dengan gugup gadis itu memandang sekeliling. Tidak banyak orang di sana. Hanya ada tiga remaja gadis yang berseragam dari sekolah tetangga, satu lelaki tua dan seorang ibu dengan anak kecilnya di gendongan.

Saera menelan ludah. “Oppa, apa yang kau lakukan?” Ia berbisik malu.

“Saera.” Kyuhyun memandangnya dengan wajah serius sekarang. Membuat kegugupan Saera jadi berlipat-lipat. “Aku tahu mungkin ini terlalu cepat untuk kukatakan. Tapi aku sungguh tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kupikir kau bukan gadis istimewa sebelumnya, tapi setelah lihat senyuman pertama yang kau berikan padaku di lorong sekolah itu, duniaku berubah. Aku tidak bisa menghapus bayangmu dari pikiranku.”

Kyuhyun menunduk sejenak. Tangannya terkepal kesal, ia bergumam seorang diri. “Uh, aku mungkin terlalu cheesy saat ini.”

Dia kembali memandang Saera dengan wajah frustasi. “Seperti yang kau katakan, tempat tak jadi masalah. Dengan segenap ketulusanku, aku ingin mengatakan.. aku suka padamu. Apa kau juga menyukaiku?”

Untuk beberapa saat hanya suara hujan dan guntur bersahut-sahutan yang terdengar. Kyuhyun diam menanti jawaban gadis itu. Orang-orang yang sedang menunggu di halte ikut bungkam sambil terus memperhatikan mereka.

“Eumm.” Gadis itu bergumam tak jelas. Membuat dahi Kyuhyun mengerut.

“Jawabanmu?”

“Eum.”

“Hm?” Kyuhyun bertanya dengan wajah penasaran yang menurut Saera itu lucu. Sampai akhirnya ia tak lagi bisa menahan senyum manisnya yang membuat Kyuhyun mabuk. “Eum, aku juga suka.. pada Oppa.” Saera tersenyum lebar.

Dan detik berikutnya ia tersentak kaget ketika Kyuhyun menariknya berdiri. Memerangkap tubuhnya dalam dekapan lelaki itu lalu melompat-lompat gembira.

Kyuhyun tidak bisa berhenti berteriak-teriak gila seperti gadis-gadis yang sedang melihat wajah idolanya di depan mata. Saera jadi malu sendiri, tapi melihat orang-orang di sekitarnya bertepuk tangan dengan wajah senang Saera ikut tersenyum.

“Aku sangat menyukaimu Hwang Saera.”

“Eum, aku tahu.”

“Hm?” Kyuhyun melepaskan pelukannya demi melihat wajah Saera yang sudah kemerah-merahan.

“Eum?” Saera mengedik bahu berniat menggoda.

“Ayo balas perkataanku.”

“Oh, cheesy Kyu. Apa perlu?”

“Aku juga menyukaimu,” ucap Kyuhyun sesudahnya. Tak peduli ejekan gadis yang kini sudah jadi miliknya itu.

Dan untuk pertama kalinya Kyuhyun tahu apa yang akan ia lakukan esok, esoknya lagi dan esoknya lagi sampai hari tak terhingga, yaitu mencintai Saera, melindungi Saera, dan menjadi yang terbaik bagi Saera.

Fantastic! Gadis itu telah merubahnya.

Selesai-

.

Note:

Selesai berarti tidak ada part-part selanjutnya, okey.

Dan ga tahu kenapa tiap aku omongin rencana fanfic yang ingin aku terbitkan dan itu baru dalam proses pengerjaan, mendadak selalu stuck di tengah jalan(rencana yang selalu gagal). Jadi lebih baik aku tidak membicarakan rencanaku hihihi

Biarlah kusimpan untuk diriku seorang ~

Ini kutulisan selama tiga jam setelah dapat wangsit dari kamar mandi. Kalau kalian berpikir aku kebayang Kyu di kamar mandi kalian salah besar, karena ide awalnya aku pilih Donghae  atau Kangin hehe. Tapi karena berasa udah lama ga nyebut-nyebut nama Kyuhyun jadi yah.. ini untukmu Cho Kyuhyun si muka jerawatan.

Dan ew, agak gimana manggil Kyuhyun ‘oppa’ geliii hahaha /slap

Oke bye. Terima kasih sudah datang. ^-^

Advertisements

17 thoughts on “Oneshot Kyuhyun : Fantastic!

  1. eeh… itu part yang waktu serius-seriusnya kyuhyun mau nembak romantis astaga ngakak gegulingan xDDDDD
    ngebayangin muka sotau hyuk ngomong “Ah, aku lihat!” wkwk apa banget ternyata salah xD

    suka banget eon ❤ kirain bakal seperti ff2 lainnya, eh ini malah jauh beda 😀 hyukjae aduh xD
    yoshh eonni gomapta udah sering update ff2 kece begini n,n kebutuhanku terasupi/? /apa
    keep writing ya eon~ fighting! '-'999

  2. Hahaha,keren …… Wangsitx dr kmar mandi ….
    Hyukjae bkin ngakak , sok”an blang tau eee tk taux salah hahaha …. Kebayang muka shokx kyupil …
    Ffmu datang d saat yg tepat krn q gy butuh penyegaran hehehe pa lg castx kyupil ..sukaaaa……

  3. Ah kereeeen^^ aku suka kyuhyunnya disini. Cheesy ya^^ Hyukjaenya aduhhhh bisa-bisanya salah orang gituuu.

    keep writing kaak^^~

  4. benar-benar acara menyatakan cinta yang unik dan beda hahahahaha ..

    aihh disini Kyu manis banget kalau sedang jatuh cinta >///< jadi gemes deh aku XDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s