Drabble : Lost

Lost

© Cherry Hee

..

Aku mengerang ngilu ketika tetes air mengenai wajahku. Berusaha mengangkat kepalaku yang rasanya berat. Bukan.. aku yakin bukan karena tudung yang menutupi seluruh tubuhku, tapi kepalaku memang terasa berat. Jalan berair yang kulihat seperti berputar.

Tapi aku memaksa tubuhku untuk bergerak dari sana. Dengan kaki belakang sisi kanan yang lebih pendek aku masih bisa berjalan meski terpincang-pincang.

Lalu kuingat-ingat apa yang sudah kuperbuat tadi sampai aku tertidur di taman ini? Dibawah selimut tebal itu.

Bukankah tadi aku jalan-jalan dengan tuanku? Oh, di mana dia sekarang?

Aku berkeliling kebingungan. Tiba-tiba panik menyerang. Taman mulai sepi karena langit mendung dan hujan mulai berjatuhan. Menyalak ke sana-sini, tapi aku masih juga tak menemukannya.

Tidak. Tidak bisa. Aku tak boleh meninggalkan tuanku.

Apa yang telah terjadi tadi?

Kenapa.. kenapa aku bisa terpisah dengan tuanku?

Apa mereka..

Tidak—tidak! Aku tak boleh berpikiran seperti itu. Tuanku begitu baik padaku. Aku yakin itu.

Aku melihat ke seberang jalan dan menemukan jalan yang familiar diingatanku. Aku pernah berjalan dengan tuanku di depan toko-toko itu. Mungkin jika kutelusuri aku akan ingat jalan pulang.

Hujan semakin lebat. Tapi aku tak peduli. Aku terus berlari terpincang-pincang menyeberang jalan. Melewati genangan air, lalu melompat ke pinggir jalan.

Tapi tiba-tiba sepasang kaki asing menghadang jalanku.

Minggir-minggir manusia pengganggu! Aku menyalak galak. Tapi ia terus mendekat. Menangkapku ke balik selimut putih dan mengangkat tubuhku begitu mudah.

Tidak. Mau apa dia? Aku mau pulang. Biarkan aku jalan!

Tahu-tahu aku sudah berada di dalam mobil. Sosok asing itu menggosok tubuhku pelan dengan handuk.

“Tubuhnya menggigil. Hyung punya handuk lain?”

Aku ingin meneriakinya, “Apa pedulimu?!” Tapi tak ada tenaga tersisa sekadar untuk menyalak. Aku lunglai di atas pangkuannya­—tak berdaya.

Berangsur-angsur rasanya tubuhku membaik ketika handuk kering itu menelungkup tubuhku—nyaman.

Aku mulai bisa mengerakkan tubuhku. Berjalan mendekat ke kaca mobil yang membawaku.

Hujan masih turun di luar sana.

Tiba-tiba bayang tuanku kelihatan. Saat di mana satu minggu lalu aku bertemu dengannya untuk pertama.

“Dia anjing cacat Ayah! Dan dia jelek!” serunya kala itu.

Aku menyalak ramah, berusaha memberi tahu aku masih normal. Aku masih bisa berlari menangkap bola jika kau ingin bermain lempar-tangkap denganku. Aku masih bisa mengendus menemukan tulang mainan yang kau kubur nantinya. Aku masih bisa berjalan di depanmu jika kau mengajakku jalan-jalan di taman. Aku masih normal, dan kau akan tahu aku normal jika kau mau bermain padaku.

Dan pagi tadi, di mana untuk pertama kali tuanku mau menatapku, mengajakku bicara, aku sungguh bahagia. Aku melompat-lompat senang saat ia mengalungkan tali dileherku. Dan begitulah aku sampai ia mengajakku ke jalan.

Lalu…. Lalu aku tertidur dan tidak menemukan tuanku ada di sisiku.

“Lost.. hey coba lihat ke kamera.”

Renunganku terpecah dengar suara itu tiba-tiba. Manusia asing itu baru saja memanggilku? Hey, namaku bukan Lost?!

Aku tak suka jadi aku tak menoleh padanya. Tapi ia tetap  mengarahkan kamera itu padaku dan memotretku seenaknya.

Kalau diingat ini pertama kalinya seseorang mengambil foto diriku. Aku berpaling ke arahnya dan menemukan wajah itu tersenyum seperti idiot.

Yah, untuk ukuran manusia dia salah satu yang tertampan yang pernah kulihat. Tapi senyum lebarnya itu membuat wajahnya tampak aneh. Seperti idiot.

Dia mengulur tangan ke arahku dan aku yang terperanjat, mundur beberapa langkah.

“Lost. Mulai saat ini namamu Lost.” Ia mengusap kepalaku lembut.

Oh, ini pertama kalinya sejak aku keluar dari panti ada manusia asing yang mengelusku.

Ah, apa aku harus menangis haru sekarang?

“Tidurlah. Perjalanmu masih panjang.” Ia menarik tubuhku mendekat. Meletakkan diriku ke pangkuannya yang hangat. Tepukan lembut dari telapak tangannya yang besar membuat aku terbuai untuk tertidur.

“Lost. Kau harus sembuh.”

Aku tak mengiyakan,  hanya menggeram.

Siapapun kamu yang telah membawaku dari lebat hujan. Siapapun kamu yang telah menamaiku nama sejelek Lost. Tolong kembalikan aku ke tuanku.

.

Aku terbangun begitu tubuhku diangkat dari pangkuan nyaman itu. Dia mengangkatku entah mau diajak ke mana. Oh, apa kita sudah sampai di rumah?

“Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?” Manusia lain yang berambut seputih seragam yang ia pakai berdiri di depanku. Memandang kami dengan ramah.

“Kami baru saja menemukan anjing yang tersesat di jalan. Sepertinya ia cedera kecil dan kedinginan. Bisakah Anda merawatnya sampai sehat?”

“Tentu. Terima kasih sudah membawa anjing kecil ini ke mari. Kami akan memberinya susu dan makan. Dan mencari asal pemiliknya nanti.”

Tanpa dapat melawan tubuhku dipindahkan ke manusia berseragam itu.

“Terima kasih banyak. Oh ya namanya Lost.”

Tangan besar itu kembali mengusap kepalaku. “Lost, kau harus sembuh,” bisiknya padaku.

“Kami permisi dulu kalau begitu.”

Sosok asing itu membungkuk beberapa kali. Melirik ke arahku sekali sebelum berbalik dan berjalan ke pintu.

Hai tunggu! Mau ke mana kau pergi?!

Aku berusaha memanggilnya—menyalak dengan sisa suaraku.

Ia berhenti dan berbalik menatapku. Bukannya kembali dan mengambilku dari manusia tua ini, ia malah tersenyum idiot dan melambai tangan. Lalu menghilang di balik pintu.

Tidak. Kau tidak boleh pergi!

Aku bercanda soal kembali ke tuanku. Kau bisa mengambilku dan jadi tuan baruku. Karena aku baru sadar tuanku tak begitu menginginkanku.

Dan sekarang kau malah pergi. Apa kau juga mau membuangku? Tidak menginginkanku?

Siapapun kamu yang telah membawaku dari lebat hujan. Siapapun kamu yang telah menamaiku nama sejelek Lost. Tolong kembali, karena aku ingin mengucap terima kasih teruntukmu.

.

..

I met a new friend in the heavy rain, I gave her a name “Lost” – @Siwon407

lost

 

 

 

And our idiot Choi Siwon who has warm heart ^-^

idiot

 

LOL

Aku nulis ini karena foto Lost begitu menginspirasi(?) It’s a little bit sad hm 😦

80% pengerjaan hanchul fanfic (warning its not yaoi fanfic. lol)

Anyone, thanks for coming yah~ 🙂

Advertisements

10 thoughts on “Drabble : Lost

  1. Hahaha …. Ooo ternyata siwon si pemilik senyum idiot …hahaha gk bs brenti ketawa chingu …. Siwon emg idiot ..:-D
    Eh Tp itu beneran siwon nemuin anjing a.k.a lost chingu???
    Daebaaak daebak daebaKk kkk~

  2. ah…… suka banget penggambaran/? dari sisi lost eon TTTT eonni asdhfadsah kok bisa TTT tapi iya ya tatapan lost di foto itu kasian banget… tatapan sedih… hngg u,u feelnya dapet eon, banget..

    tapi itu terus siwonnya bakal balik lagi ngambilkan? u,u suka.. suka banget sama drabble ini ;———–;

  3. baca drabble utuh ini bikin anget (oh baik, Lost itu gukguk). dan tahu keterangan di bawah tntang darimana fic ini terinspirasi, jadi makin anget. entah ya, drabble ini nempel banget sama bunyi status tuan senyum idiot(dan cakep hatinya) itu. you did awesome. dan selalu, aku cinta gaya narasimu cherr. salam buat Lost, eh bukan, yang ngambil foto Lost!

    • ahh dihyaaaann makasih sudah datang tanpa diundang LOL
      Karena si tuan idiot lagi sibuk main sepeda aku salamin ke Lost aja hahhaha
      makasih sekali lg udah mampir dan komen O/

  4. hai, duluuu sekali pernah baca ff ini di sjff2010 dan sukaaa banget!!! ternyata disini wp pribadi authornya^_^ salam knal yaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s