Drabble [KyuHyun] : Mathluv

mathluv

Mathluv

by Cheery Hee

            Cengkeraman Sae-Ra pada sisi meja semakin erat. Tetes demi tetes keringat mengalir perlahan dari dahinya. Keningnya mengerut dan matanya melebar nyalang melewati halaman per halaman.

Sungguh dia sudah tak tahan lagi. Kenapa hidupnya terlihat menderita seperti ini. Jika bukan karena..

“Terkutuklah bagi siapa pun yang membuat rumus gila macam ini!!!” teriaknya kesetanan dalam satu tarikan napas. Tak cukup berteriak gadis bersurai coklat lembut itu memukul meja beberapa kali dengan buku tebal berlabel matematika.

Perpustakaan mendadak hening. Meski sedari tadi telah hening. Namun kali ini keheningannya mampu membuat keringat gadis itu semakin mengucur deras dan memaksa Sae-Ra membungkuk beberapa kali sembari tersenyum kaku pada setiap pengunjung yang sedang menatapinya.

“Maaf. Maafkan aku.” ucapnya cepat dengan raut penuh penyesalan.

“Dasar gadis bodoh,” desis Kyu-Hyun dengan senyum mengejek. Pemuda itu duduk tak jauh dari Sae-Ra dan diam-diam sedari tadi memperhatikan gadis itu berperang dengan soal-soal perhitungan.

Sae-Ra kembali duduk di kursinya. Menghela napas dalam lalu memperhatikan sekitar dengan pandangan kosong. Terlihat sekali betapa frustasinya ia menghadapi deretan angka itu.

“Huh, menyerah?” dengus Kyu-Hyun pelan namun cukup jelas di telinga Sae-Ra.

“Huh, bermimpilah,” balas Sae-Ra meniru gaya Kyu-Hyun.

Kyu-Hyun mengangguk sekali kemudian bangkit dari duduknya. Setelah meletakkan buku yang ia pinjam di rak masing-masing, pemuda itu berlalu keluar dari perpustakaan.

“Cho Kyu-Hyun sialan,” gerutu Sae-Ra.

 

Bel akhir sekolah telah berdering sejak satu jam yang lalu. Kelas pun kosong tak berpenghuni. Namun Sae-Ra tak kunjung beranjak dari bangkunya. Gadis itu masih memegang buku matematikanya.

Sialan. Kenapa otaknya tak mau paham dengan deretan terkutuk itu. Dia sama sekali tak mengerti meski sudah berulang-ulang membaca penjelasannya.

“Bagaimana ini?”

Sae-Ra menggigit bibirnya. Matanya sudah berair membuat pandangannya sedikit kabur. Bayangan ujian akhir di depan mata tiba-tiba menghantuinya. Tidak ada yang membantunya di ujian akhir nanti kecuali dirinya sendiri. Jika soal sejenis ini saja tak mampu ia selesaikan bagaimana dengan soal-soal lain.

Sekasar apa pun Sae-Ra, ia tetaplah gadis yang akan menangis jika sesuatu hal menyulitkan dirinya.

“Kau menyerah?”

Suara itu mendekat. Sae-Ra terperanjat. Segera dihapusnya air mata yang nyaris terjatuh.

“Kuakui, aku gadis bodoh,” ungkap Sae-Ra.

Kening Kyu-Hyun mengerut sejenak sebelum suara tawanya menggema di dalam kelas.

“Kyu! Kau bisa membangunkan hantu-hantu di sini!” desis Sae-Ra.

Kyu-Hyun segera membekap mulutnya sendiri. Masih dengan tawa yang ia tahan, pemuda itu berujar, “Sebenarnya matriks yang kubuat itu salah. Kau tidak akan bisa menemukan jawabannya.”

“Apa?”

Empat siku muncul di kepala Sae-Ra. Terdiam beberapa detik kemudian dalam satu gerakan kedua tangan gadis itu sudah mencengkeram erat kerah Kyu-Hyun. Meski nyatanya Sae-Ra hanya setinggi dagunya,  namun cengkeraman bak elang memangsa buruan itu cukup menyakiti Kyu-Hyun. Kyu-Hyun sendiri tak habis pikir gadis ini sungguh mengerikan ketika marah.

“Hwang Sae-Ra! Kau mau membunuhku?!”

“Berhenti bermain-main denganku Cho!” geram Sae-Ra dengan mendelikkan mata. Bukan mengerikan sebenarnya. Justru itu membuatnya berjuta kali lipat lebih lucu di mata Kyu-Hyun.

“Oke. Hahhahaa…. Sekarang berhenti mencekikku atau kau tidak akan kuantar pulang,” ancam Kyu-Hyun.

Sae-Ra patuh. Cepat-cepat dilepasnya cekikan maut itu lalu membersihkan mejanya dari buku-buku yang berserakan. Kyu-Hyun masih menunggu, memperhatikan gadis itu sambil tersenyum tipis.

“Asal kau tahu. Aku tidak lagi butuh bantuanmu,” kata Sae-Ra sebelum melangkah cepat, menjauh dari Kyu-Hyun.

“Hey tunggu. Ini sudah hampir tengah malam. Aku akan mengantarmu.”

“Tidak. terima kasih Cho!”

“Hwang Sae-Ra berhentilah. Aku belum selesai bicara.” Kyu-Hyun berhasil menyamakan langkahnya dengan Sae-Ra lalu segera ditariknya lengan gadis itu untuk berhadapan dengannya.

Sedetik kemudian Kyu-Hyun melihat kedua mata gadis itu memerah. Wajahnya basah penuh air mata.

“Kau.. kau menangis?”

“Bukan urusanmu!” Sae-Ra menyentak tangannya yang masih dalam genggaman Kyu-Hyun. Alih-alih terlepas, Kyu-Hyun malah menariknya ke dalam pelukan.

“Maaf,” gumam Kyu-Hyun pelan tepat ditelinganya. Gadis itu terisak. Air mata yang coba ia tahan tak terkontrol lagi. Pada akhirnya Sae-Ra membiarkan dirinya menangis dalam dekapan Kyu-Hyun.

“Cho Kyu-Hyun sialan.” Kyu-Hyun terkekeh mendengar umpatan kecil Sae-Ra.

“Maafkan aku. Aku berjanji akan mengajarimu di akhir pekan nanti. Sekarang kau harus istirahat. Jadi biarkan aku mengantarmu eum?”

Sae-Ra mengangguk dalam dekapannya.

Kedua muda-mudi itu berjalan bersama dengan salah satunya masih menjaga jarak.  Menyadari gadis itu masih marah, Kyu-Hyun menyambar tangan Sae-Ra. Menggeggamnya dalam telapak tangannya yang lebar dan hangat.

“Perlakukan aku sebagai kekasihmu. Maka aku akan memperlakukanmu lebih baik lagi.”

Sae-Ra mendongak membalas tatapan lembut Kyu-Hyun dengan mata tajamnya. “Cih! Mimpi saja!”

Kyu-Hyun berdecak. Beberapa detik terdiam sebelum matanya memandangnya menggoda. “Chagiya…,” panggil Kyu-Hyun dengan nada lembut namun terdengar menjijikan di telinga Sae-Ra

“Haish!”

Chagi…”

“Hentikan!”

Chagiya…Chagiya….Chagiya….”

“Kyu!”

“Hahahaha.. akhirnya kau memanggilku Kyu.” Pemuda jangkung itu tertawa puas. Sedang gadis di sampingnya mengerucutkan bibir, kesal

“Panggil aku Kyu. Itu terdengar manis kau tahu.”

“Tapi akhir-akhir ini aku lebih suka memanggilmu Cho.” timpal Sae-Ra datar.  Kyu-Hyun terdengar mendesah, menyerah.

Mereka memang sepasang kekasih namun Sae-Ra sendiri tak tahu kenapa mereka lebih mirip musuh. Kyu-Hyun sering menjadi orang yang paling ia benci namun ia cintai dalam waktu bersamaan.

Bagi Sae-Ra, cinta terlalu sulit dipahami. Sama seperti matematika. Meski sulit, pada akhirnya ada jawaban yang pasti. Dan jawaban pasti itu ialah Sae-Ra tetap mecintai Kyu-Hyun apa adanya.

 

 

***

Drabble again ay~

is the tittle weird? kkk~

Akhir tahun dan saya sedang diserang habis2an sama yang namanya tugas. Jadi, yah mungkin update-an Unstoppable akan lebih lama dari yang diperkirakan. -_-

Yah begitulah..

Terima kasih bagi siapapun yang telah membaca 🙂

 

Advertisements

8 thoughts on “Drabble [KyuHyun] : Mathluv

  1. yuhu, aku suka untuk jail kyuhyun yang khas, tapi nggak untuk aksi romantisnya waktu meluk-meluk dan bilang maaf. bukan kyuhyun sekali /kemudian dipentung pake penggaris/

    salam untuk Sae-ra, jangan mau sama Kyuhyun. /kali ini dipenggal pake sulur tauge

  2. Wuhuuuu…kenapa gak gue yang kayak gitu kyuuO.o? Tapi gue pinter kok matematika -3- good thor.haha lucu romancenya blak blakkan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s