“Perpustakaanku Istanaku”

Rasanya menyenangkan bisa menceritakan sesuatu yang kita cintai pada orang lain. Mungkin semacam menceritakan kebaikan pacar pada teman XD -well, saya ga pernah punya pacar /ditabok

Perpustakaan?

Ah, itu tempat yang paling nikmat dari sekian banyak ruangan di sekolah. Saya akan menceritakan dari awal sampai sekarang pertemuan saya dengan istana ini okey 😉 Mungkin ini agak membosankan apalagi bagi yang tidak kenal dengan istana ini xD

 

Perpustakaan MI

Saya dibesarkan di MI yang sedikit tidak menyadari pentingnya perpustakaan. Bukan bermaksud mengejek atau merendahkan. Mungkin saat itu sekolah masih kekurangan dana untuk membuat perpustakaan yang baik dan nyaman.

Sedikit yang saya ingat  -karena memori otak saya agak terganggu- di tahun saya menginjak kelas empat, tepat di depan kelas saya ada gudang perpustakaan baru. Kenapa disebut gudang? Karena ruangannya mungil nan sempit itu bekas gudang yang berada di pojok. Mendadak ruangan itu disulap menjadi rumah buku. Ah, saya masih ingat betul buku yang pertama saya lirik saat itu. Buku bergambar kisah nabi. Semacam komik. Rasanya saya senaaang tak terhingga ketika itu x’D

Namun karena perpustakaan masih baru jadi belum ada sistem pinjam-kembali. Murid-murid hanya boleh membaca di tempat. Namun seingat saya perpustakaan ini masih jarang dibuka. Kemungkinan belum adanya karyawan yang menjaga dan mengatur perpustakaan.

Ck! Saya agak menyesal kenangan MI saya agak kabur. :/a Karena jujur pada saat itu saya masih jauh dari hobi membaca ehehehe

 

Perpustakaan MTs

Menginjak setengah anak-anak setengah remaja xD saya baru diperkenalkan perpustakaan yang sesungguhnya. Wah, di tahun pertama saya di MTs tiap bel istirahat saya akan ngacir ke perpustakaan. Apalagi setelah mendapat kartu perpustakaan. Sangking saya rajin meminjam kartu saya sampai ganti tiga kali xD Ini sudah termasuk ‘wow’ loh dari pada murid-murid lain. Dan wajah saya sampai di hapal sama mbak penjaga perpus :3 *bangga banget ye?

Apa yang saya pinjam? ‘-‘a Kebanyakan novel, buku paket-karena ada tugas dari guru-, buku sejarah *saya pecinta sejarah loh xD*, buku agama *meski ga pernah tamat bacanya /plak/, buku biografi. Dan saya sukaaa sekali mantengin atlas dan buku-buku ensiklopedia. Hahha. Cita-cita terpendam saya dulu adalah berkeliling dunia. Rasanya tertarik sekali untuk pergi ke tempat yang tak pernah saya sadari. Mungkin ada banyak keajaiban di luar sana. Untuk sedikit mengurangi rasa penasaran itu saya melihat atlas. Mengawasi pulau-pulau kecil dan melihat-melihat gambar-gambar menakjubkan dari ensiklopedia.

Selain sejarah saya suka biologi. Diam-diam saya menaruh satu mimpi lagi yaitu jadi ahli biologi. Dan matematika lol. Padahal nilai matematika dan biologi saya ga bagus-bagus juga sih. Aneh ya? xD

Pokoknya masa MTs itu masa saya paling rajin ke perpustakaan. Sampai-sampai teman saya sering menjuluki saya ‘kutu buku’. Sebenarnya saya agak risih dengan julukan ini. Saya merasa masih bodoh untuk tahu segalanya seperti si kutu buku yang lebih identik sebagai orang pintar. :/ Meski tahun pertama adalah tahun pencapaian tertinggi saya dalam mendapat peringkat kelas. Hahaha…Tidak sampai tiga besar kog. Cuma sepuluh besar :’D Meski begitu rasanya saya tidak percaya. Haghaghag~

 

Perpustakaan MA

Sebelumnya saya mau bilang. Ya, saya dibesarkan di sekolah madrasah. Madrasah khusus cewek :3 Jadi jangan harap ada kisah cinta bersetting perpustakaan di kisah saya ini xD

Di MA saya masih pencinta perpustakaan meski intensitasnya lebih rendah dari MTs. Ada banyak tugas yang saya kerjakan dan tidak sempat nongkrong di tempat sejuk itu. Selain itu entah kenapa setiap bel istirahat berbunyi, rasa lapar saya akan makanan lebih mengerikan dari pada rasa lapar saya pada buku xD

Tapi saya masih ingat buku apa yang pernah saya pinjam di sana. Ada buku sejarah (lagi) dari sejarah penemuan mesir akan tulisan sampai perang dunia kedua. Saya juga sempat buka-buka buku fisika dan biologi padahal saat itu saya ditakdirkan tinggal di kelas bahasa. Oh, saya masih ingat betapa saya ingin sekali masuk kelas IPA. Saya suka fisika dan biologi -tapi pembenci kimia- meski saya tidak terlalu pintar. Namun bagi saya bisa belajar sel-sel hewan, anatomi tumbuhan, bakteri, virus dan gambar-gambar tak jelas itu sangat kereeeen ._. Entahlah. Saya memang sedikit aneh ya.

Tapi pada akhirnya saya bisa menyukai kelas bahasa. Kelas ini memang paling cocok dengan saya yang berhobi menulis dan membaca :’D

Pada tahun-tahun akhir saya di masa putih abu-abu ini, perpustakaan direnovasi menjadi ruangan ber-AC dengan sistem pinjam-kembalinya yang memakai barcode. Bagi saya yang ‘dheso’ ini sudah kemajuan yang baik. Ditambah buku-buku yang semakin banyak, meski yah kebanyakan buku pelajaran dan agama kkkk~

 

Perpustakaan Kampus

Saya masih semester empat sekarang. Eum, rasanya semakin jarang bertandang ke istana penuh buku itu. Padahal ada beberapa novel yang belum pernah saya temui sebelumnya. Kebanyakan novel terjemahan sih. Bahkan novel terjemahan jaman purba pun ada ._. Semacam Romeo-Juliet dan Cleopatra-Antony punya William Shakespeare :O Sayang sekali bahasanya inggris, jadi saya agak kurang paham…  OTL

 

Perpustakaan daerah

Beberapa kali saya pernah memasuki perpustakaan daerah. Sekarang tempatnya sudah dipindah ke gedung yang lebih keren dan bersih. Namun karena letaknya ada di pojok jadi peminatnya berkurang.

Tapi itu dulu saat tahun-tahun pertama bangunan baru. Kalau sekarang saya belum tahu. :/a Belum ada waktu yang pas dan teman yang bisa saya ajak ke sana. Namun saya harap, pembaca di kota saya semakin banyak. Dengan banyak pengunjung, perpustakaan pasti akan mencoba untuk berkembang menjadi baik lagi 😀

 

Bagi saya perpustakaan adalah tempat paling memahami saya. Tempat di mana saya bisa terbang berimajinasi. Tempat saya bisa mengintip sedikit rahasia dunia. Berkunjung ke tempat-tempat luar biasa seperti sungai Amazon dan gurun Sahara. Dan tempat di mana saya bisa berkenalan dengan penyair-penyair gila semacam Abu Nawas. Tempat di mana saya bisa bermimpi di dunia 1001 malam.

Saya yang cenderung pendiam akan lebih nyaman di perpustakaan yang tenang dari pada di kelas yang ramai. Meski di perpustakaan saya juga sendiri 😀 Yeah, saya orang yang kesepian. Tapi buku-buku itu dapat menghibur saya. Dan ketika seorang guru menunjuk salah satu tempat di peta buta, saya dengan bangganya menjawab ‘Terusan Panama’. Itu semua karena buku. Karena perpustakaan :’D

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on ““Perpustakaanku Istanaku”

  1. Suka ama kalimat:
    “Bagi saya perpustakaan adalah tempat paling memahami saya. Tempat di mana saya bisa terbang berimajinasi. Tempat saya bisa mengintip sedikit rahasia dunia. Berkunjung ke tempat-tempat luar biasa seperti sungai Amazon dan gurun Sahara. Dan tempat di mana saya bisa berkenalan dengan penyair-penyair gila semacam Abu Nawas. Tempat di mana saya bisa bermimpi di dunia 1001 malam.”

    –> Makasih ya udah ikutan Library Giveaway! 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s